Meriahkan HUT RI, Pemkab Butur Gelar Permainan Tradisional – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Meriahkan HUT RI, Pemkab Butur Gelar Permainan Tradisional

KOLAKA POS, BUTUR – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 71, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Utara (Butur) akan menggelar berbagai kegiatan tradisional dan seni budaya.

Bupati Butur, H. Abu Hasan mengatakan, dalam memeriahkan HUT RI yang ke 71, Pemkab Butur tidak menggelar kegiatan yang bersifat prestasi, namun semuanya bersifat tradisional. Adapun permainan tradisional yang akan digelar diantaranya Sandika, Mehule, Sepak Raga, Mekoka, sedangkan seninya akan melaksanakan tarian Lense dan Ngibi.

“Jadi dalam memeriahkan HUT RI ke 71, kami tidak menggelar kegiatan olahraga yang sifatnya prestasi. Namun kegiatan yang kita laksanakan ini sifatnya massal, murah dan meriah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu alasan Pemkab Butur menggelar permaian tradisional dan seni budaya agar, seni budaya lokal dan permaian tradisional tidak punah. “Kita perlu melestarikan nilai-nilai budaya melalui permainan-permainan tradisional dan seni tari. Sebab, apabila tidak diperkenalkan kembali dalam kurun waktu tertentu itu bisa punah. Dan pelestarian seni budaya ini sesuai dengan visi dan misi saya,” ungkap pria yang bersahaja ini.

Menurutnya, permaian tradisional tersebut sudah lama tidak dilaksanakan. Olehnya, Pemkab Butur kembali menggelar kegiatan tersebut agar tidak punah. “Kegiatan ini pernah dilaksanakan saat saya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Setiap hari besar, kita mendorong kegiatan tradisional agar dilaksanakan. Namun waktu itu masih ada kegiatan lain seperti bola. Tapi bedanya sekarang kita hanya fokus pada kegiatan tradisional saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, diusia 71 ini bila diibaratkan manusia sudah cukup tua. Sedangkan Butur sembilan tahun itu masih muda, tapi karakteristiknya sama. “Diusia sembilan tahun dan 71 thun sama. Artinya, diusia 71 tahun dimana manusia itu kembali seperti usia sembilan tahun yang ingin dimanja-manja dan diurus. Jadi usia RI dan Butur ini sama saja, karena ini masih perlu perawatan dan pembinaan. seperti itu INdonesia, jadi kita satukan,” tandasnya. (hrn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top