PNS di Pomalaa “Wajib” Setor Rp50 Ribu – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

PNS di Pomalaa “Wajib” Setor Rp50 Ribu

Demi Meriahkan HUT RI

 

KOLAKA POS, KOLAKA – Sejarah baru terukir di wilayah kecamatan Pomalaa yang kini dinakhodai Sairman. Bagaimana tidak, sejak Indonesia merdeka 71 tahun silam, baru tahun ini para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di daerah yang terkenal dengan tambang nikelnya itu, “wajib” menyetor anggaran mencapai Rp50 ribu demi memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) pekan depan.
Salah seorang PNS yang enggan namanya dikorankan mengungkapkan, pungutan tersebut baru tahun ini terjadi. Menurutnya, adanya pungutan tersebut karena kegiatan memperingati proklamasi kemerdakaan RI itu, menyedot anggaran yang cukup besar. Hal itu bukan sesuatu yang mengada-ngada, jika melihat biaya yang dibutuhkan pada pelaksanaan HUT RI tahun lalu, yang biayanya menyentuh angka Rp200 juta yang sempat disorot publik.
“Aneh juga, nanti tahun ini baru ada pungutan kalau semua PNS yang ada di Pomalaa, ikut menyumbang Rp50 ribu untuk perayaan 17 Agustus (HUT RI, red). Yang datang menagih itu uang dari UPTD pendidikan kecamatan Pomalaa,” tegasnya.
Camat Pomalaa Sairman yang dikonfirmasi, membenarkan adanya “setoran” PNS di kecamatan Pomalaa senilai Rp50 ribu, untuk memeriahkan pelaksaaan HUT RI ke 71 di wilayah pertambangan tersebut. “Daripada lagi kita meminta kepada masyarakat, lebih baik kita perankan retribusi kepada PNS, tapi kan kita rapatkan itu, bukan kita yang menentukan sendiri, dan saya sudah sampaikan kepada mereka (PNS, red), kalaupun persoalan ini menjadi audit (temuan, red) artinya jangan lah,” katanya.
Mantan Camat Polinggona ini mengklaim, setoran PNS senilai Rp50 ribu merupakan sumbangan yang sifatnya pribadi, meski terkesan mengikat. “Barusan tahun ini kita coba, kita rumuskan supaya paling tidak mengurangi permintaan sumbangan kepada masyarakat, jadi siapapun yang punya kemauan memberikan sumbangan, silahkan,” terangnya.
Dia menjelaskan, biaya yang dibebankan kepada PNS, merupakan hasil rapat yang disepakati untuk memberikan kontribusi dalam memeriahkan perayaan HUT RI ke 71 di kecamatan Pomalaa. “Termasuk saya selaku camat juga ikut menyumbang. Panitia yang kumpul dana, mereka juga yang kelola, yang jelas penyelenggara dan pengelola uang adalah panitia, semua dana yang masuk tidak boleh melalui camat, harus melalui panitia, supaya bisa dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan kepada seluruh PNS yang ada di kecamatan Pomalaa, tidak melabrak aturan. “Bapak juga kalau punya kemauan untuk menyumbang bisa saja, siapapun dia kalau ikhlas untuk menyumbang kegiatan 17 Agustus silahkan, hanya memang kita PNS yang punya penghasilan bulanan diharapkan berpartisipasi. Itupun tidak memaksa, bukan kewajiban tapi hasil keputusan bersama saat pertemuan pembentukan panitia,” terangnya.
Sairman menegaskan, apa yang dilakukan hanya sebatas memeriahkan HUT RI di wilayahnya, meski perusahaan dan para pengusaha di Pomalaa juga ikut memberi kontribusi. “Tentunya kita ingin pelaksanaan HUT RI di Pomalaa lebih meriah dari yang sebelumnya. Salah satu contoh pada setiap tahunnya dilaksanakan di Kompleks Antam, sekarang dilaksanakan di lapangan Manunggal desa Pelambua kecamatan Pomalaa, sehingga bisa disaksikan langsung oleh masyarakat pada saat pengibaran dan penurunan bendera. Meski ada sumbangan dari perusahaan dan pengusaha, hanya saja memang ada biaya lain yang tidak diakomodir melalui pembiayaan dari perusahaan dan pengusaha, makanya kita sepakati PNS juga ikut menyumbang,” tandasnya. (cr1/wir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top