KPU Kolaka: PAW Harus Sesuai Aturan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

KPU Kolaka: PAW Harus Sesuai Aturan

foto PAWKOLAKA POS, KOLAKA – Menindaklanjuti polemik permasalahan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kolaka yang meninggal Dunia Almarhum Suaib Kasra, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulawesi Tenggara memberikan jawabannya kepada KPUD Kabupaten Kolaka.
Dalam surat bernomor 135/KPU-Prov.026/VIII/2016 tertanggal 3 Agustus dan ditandatangani Ketua KPUD Provinsi Hidayatullah, yang diterima KPUD Kolaka, KPUD Provinsi menyampaikan kelanjutan proses PAW anggota DPRD Kolaka tersebut harus memperhatikan ketentuan perundang-udangan yang berlaku. Hal itu disampaikan oleh komisioner KPUD Kolaka bidang Teknis yang juga mengurusi masalah PAW tersebut, Aidil Adha kepada Kolaka Pos kemarin di ruangannya.
“Jadi kalau dari KPUD Provinsi sudah ada jawabannya, ini suratnya, intinya proses PAW itu harus sesuai aturan yang ada,” papar Aidil.
Dalam surat tersebut, kata Aidil, Anggota DPRD Kabupaten/Kota yang berhenti antar waktu diganti dengan calon pengganti antar waktu dengan ketentuan sesuai pasal 25 ayat 1 peratuaran KPU Nomor 22 Tahun 2010. “Jadi anggota DPRD Kabupaten/ Kota yang berhenti antar waktu digantikan oleh calon anggota DPRD Kabupaten Kota yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya, dalam daftar peringkat perolehan suara dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama,sebagaimana ketentuan pasal 25 ayat 1 PerKPU Nomor 22 Tahun 2010,” paparnya.
Lalu kata Adil, jika dalam hal calon anggota DPRD Kabupaten/Kota memperoleh suara terbanyak berikutnya sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 25 Ayat 1 PerKPU Nomor 22 Tahun 2010 tersebut di atas meninggal dunia, mengundurkan diri atau tidak lagi memenuhi syarat, maka digantikan oleh yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya dari partai politik yang sama pada daerah pemilihan yang sama sesuai dengan ketentuan pasal 25 ayat 2 PerKPU Nomor 22 Tahun 2010 tersebut. “Jadi kalau yang urutan pertama tidak memenuhi, maka digantikan oleh peraih suara terbanyak berikutnya, begitupun seterusnya,” jelas Aidil.
Sehingga kata Aidil, seyogyanya DPC PPP Kolaka mengusul nama sesuai dengan aturan tersebut. Terkait usulan DPC PPP yang mengusul calon PAW peraih suara nomor urut keempat dengan alasan para kandidat calon PAW diatasnya sudah dipecat, Aidil menjelaskan bahwa hal tersebut masih perlu dilakukan klarifikasi, selain itu juga menunggu jawaban dari KPU Pusat.
“Memang kita sudah terima surat dari DPC PPP terkait usulannya tersebut, namun memang kami juga masih perlu menunggu jawaban dari KPU Pusat, sebab permasalahan ini sudah kami teruskan pula ke KPU Pusat. Selain itu, kami masih menunggu hasil klarifikasi dengan DPP PPP. Kalau DPW-nya sudah ada yang pada intinya sesuai aturan yang ada,” tutur Aidil.
Lanjut Aidil pada intinya, KPUD Kolaka tidak menghalangi usulan DPC PPP Kolaka mengenai proses PAW tersebut, namun menurutnya hal tersebut harus dilakukan dengan tidak melanggar aturan yang ada.
“Kita tidak mau gegabah dengan hal ini, sebab kami melihat ada hal yang perlu memang diverifikasi dan diklarifikasi agar kedepannya tidak ada berlarut-larut masalahnya, sebenarnya kalau tidak ada masalah ini sangat cepat prosesnya, memang dalam aturan bahwa calon PAW bisa gugur jika diberhentikan sebagai anggota partai politik, namun kan harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, apakah pemecatannya tersebut sah atau tidak, itu yang perlu kita clearkan dulu,” ujarnya.
Aidil juga membenarkan jika DPC PPP Kolaka ngotot mengusul Saenab Razak, peraih suara nomor urut ke empat bukan nomor urut kedua Idiawati atau peraih suara terbanyak ketiga Muis Kore, dengan alasan keduanya telah dipecat.
“Alasannya yang dua itu sudah dipecat dan melampirkan surat pemecatannya, namun kan kita harus lihat dulu bagaimana aturannya, diberhentikan dari partai politik tetapi harus sesuai dengan peraturan perundang-udangan,” jelas Aidil.
Untuk diketahui dalam Pileg lalu, Almarhum H. Suaib Kasra menjadi peraih suara terbanyak dengan jumlah suara 1.442 di Daerah Pemilihan III Kolaka dan atas perolehan suara tersebut mengantarkan dirinya menjadi Wakil Ketua DPRD Kolaka. Sementara Idiawati menjadi peraih suara terbanyak urutan kedua setelah Suaib Kasra dengan perolehan suara 1.364, lalu disusul oleh Abdul Muis Kore dengan perolehan suara 539. Sementara Saenab Razak, nama yang disodorkan oleh DPC PPP berada diposisi ke empat dengan suara hanya 210. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top