Bupati Resmikan Gereja Katolik Paroki Santo Clemens – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

Bupati Resmikan Gereja Katolik Paroki Santo Clemens

Penandatangana prasasti peresmian Gereja Katolik Paroki Santo Clemens Kolaka oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safey dan Ukup Agung Keuskupan Makassar, Mgr . Dr. Jhon Liku Ada.FOTO : Mirwanto Muda/Kolaka Pos

Penandatanganan prasasti peresmian Gereja Katolik Paroki Santo Clemens Kolaka oleh Bupati Kolaka, Ahmad Safey dan Ukup Agung Keuskupan Makassar, Mgr . Dr. Jhon Liku Ada.FOTO : Mirwanto Muda/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA – Setelah memakan waktu kurang lebih empat tahun sejak 2012 silam, pembangunan rehab total, Gereja Katolik Paroki Santo Clemens yang terletak di Jalan Pahlawan nomor 67, akhirnya rampung dan bisa digunakan oleh warga Kolaka yang beragama Katolik untuk beribadah. Menandai rampungnya pembangunan tersebut Bupati Kolaka, Ahmad Safei yang didampingi oleh Uskup Agung Keuskupan Makassar, Mgr. DR. John Liku Ada meresmikan Gereja Katholik tersebut. Peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan penandatangan prasasti oleh Bupati Kolaka dan sekaligus pengguntingan pita oleh Uskup Agung.
Ketua panitia pembangunan, Fredy Silande dalam sambutannya mengungkapkan, pembangunan gedung Gereja Katolik tersebut menelan anggaran Rp3 miliar lebih atas partisipasi dan bantuan dari Pemda serta kalangan dunia usaha dan berbagai donatur yang ada di Kolaka.
Fredy juga mengatakan, dengan selesainya pembangunan tersebut, berarti umat Katolik di Kolaka sudah memiliki gedung ibadah yang layak. “Ini adalah hari yang berbahagia bagi kami, sebab cita-cita dan harapan kami dapat terwujud dan akhirnya umat Katolik memilki Rumah Ibadayah yang layak,” papar Fredy.
Sementara itu, Dandim 1412 Kolaka, Letkol CZI. Cosmas Manukallo Danga, yang menjadi ketua pelaksana pemberkatan peresmian gereja Katolik tersebut, menyampaikan terima kasihnya kepada Pemda Kolaka dan warga Kolaka atas dukungannya dalam pembangunan gereja Katoilik tersebut. Terealisasinya pembangunan gereja tersebut, berkat usaha dan perjuangan umat Katolik Kolaka dan tokoh masyarakat Kolaka yang difasilitasi oleh Pemda Kolaka.
“Gereja ini adalah berkat usaha dan perjuangan umat Katolik Kolaka dan tokoh masyarakat Kolaka, yang difasilitasi oleh Pemda Kolaka. Maka dari itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemda Kolaka dan tentunya masyarakat Kolaka,” papar Cosmas.
Dalam sambutannya itu pula, Cosmas menceritakan bahwa sebelumnya pada tahun 1961 umat Katolik belum memiliki rumah ibadah di Kolaka. Pelaksanaaan ibadah dilakukan di rumah salah satu warga. Nanti pada tahun 1979, gereja Katolik resmi berdiri setelah tanah dan bangunan milik tokoh masyarakat Kolaka Baso Lewa dibeli, dan menjadi cikal bakal Gereja Katolik yang sekarang telah terbangun megah.
Bupati Kolaka, Ahmad Safey dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangga dan bersyukur, atas terwujudnya pembangunan gereja Katolik tersebut. Dirinya berharap, umat Katolik dapat tetap bersinergi dengan pemerintah dan warga Kolaka lainnya, untuk bersama-sama membagun Kolaka.
“Saya menyadari, tidaklah mudah membangun rumah ibadah, dibutuhkan dukungan tenaga, moril dan meteril, dan terutama adalah komitmen. Alhamdulillah warga Katolik di Kolaka menunjukan komitmennya itu. Sebab, dimana-mana membangun rumah ibadah itu membutuhkan waktu yang lama sampai berganti generasi, tetapi umat Katolik di Kolaka menunjukkan komitmennya dengan hanya jangka waktu sekitar empat tahun bisa rampung, tentu ini merupakan modal dasar yang sangat kita butuhkan, terutama kebersamaan dan bersinergi dengan pemerintah untuk sama-sama membangun Kolaka tercinta ini,” papar Bupati.
Sementara itu, Ukup Agung Keuskupan Makassar, Mgr. Dr. John Liku Ada juga berharap, dengan rampungnya Gereja Katolik tersebut diharapakn umat Katolik Kolaka dapat meningkatkan kualitas keimanannya dan juga mengambil bagian dalam mendukung program pembangunan pemerintah.
“Atas nama keuskupan Agung yang memilki wilayah kerja di tiga provinsi yaitu Sulsel, Sulbar dan Sultra, saya menyampaikan selamat berbahagia kepada umat katolik Paroki Santo Clemens, akhirnya mempunyai gedung peribadatan kepada Tuhan. Melalui kesempatan ini pula, kami ingin menyampaikan pesan umat dari Paus, mari kita umat Katolik untuk keluar dari zona aman dan bergulat dan melibatkan diri ditengah-tengah masyarakat sekitar, untuk membangun masyarakat yang lebih baik, mengambil bagian dan mendukung program pemerintah,” papar Uskup Agung Mgr. Dr. John Liku Ada.
Sedangkan, sesepuh Umat Katolik se-Kabupaten Kolaka yang juga merupakan anggota DPRD Kolaka, Nico Bara Sombalayuk mengungkapkan, dengan kehadiran dan rampungnya Gereja Katolik tersebut, selain menjadi tempat ibadah juga dapat menjadi wadah pemersatu umat Katolik, untuk bersama-sama bersatu mendukung program pemerintah dalam membangun Kolaka ke depan.
“Tentunya kita Umat Katolik berbangga sudah memiliki gereja yang representative sebagai tempat peribadatan kami, semoga ini semakin menumbuhkan keimanan dan moral umat katolik yang menjadi modal dasar memperat rasa persatuan umat dan menjaga kerukunan antar umat beragama, dalam membangun Kolaka dan mendukung program Bupati terutama dibidang keagamaan, pendidikan dan kebudayaan sebagaimana menjadi salah satu dari sembilan program prioritas pemerintahan Bupati Kolaka, Ahmad Safei bersama wakilnya Muh. Jayadin,” papar Nico.
Ketua Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia ini menambahkan, kerukunan antar umat beragama di Kolaka sejauh ini sangat terjaga. Sehingga menjadikan Kolaka daerah yang aman dari sekian banyak kabupaten di Indonesia. ”Kita bersyukur di Kolaka ini, kerukunan antar umat bergama sangat terjaga, sehinggaa dari survey yang ada Kolaka menjadi peringkat ketiga daerah teraman dari sekian kabupaten yang ada di Indonesia, semoga ini dapat terus terjaga,“ harapnya. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top