Puluhan Hektar Sawah di Oneeha Rusak Akibat Banjir – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

Puluhan Hektar Sawah di Oneeha Rusak Akibat Banjir

Kondisi sawah warga yang rusak akibat dipenuhi pasir saat banjir di sungai Oneeha. FOTO : Hasrul/Kolaka Pos

Kondisi sawah warga yang rusak akibat dipenuhi pasir saat banjir di sungai Oneeha. FOTO : Hasrul/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA – Sedikitnya 30 hektar sawah warga yang terletak di desa Oneeha, kecamatan Tanggetada, hingga saat ini tak bisa dikerjakan lantaran dipenuhi dengan material pasir yang berasal dari sungai. Pasir yang memenuhi sawah warga itu terjadi saat banjir menerjang pada awal bulan Juli lalu. Akibatnya petani nampak tak bisa berbuat apa-apa, sebab lahan persawahan miliknya kini berubah tak lebih dari sebuah lapangan yang dipenuhi dengan pasir.
Salah seorang Petani di desa Oneeha, Hadire mengungkapkan, material pasir yang terbawa oleh banjir yang masuk ke sawahnya sudah terjadi sekitar tiga tahun belakangan ini, hanya saja kondisinya belum terlalu parah. Namun, pada awal Juli lalu saat terjadi banjir yang cukup besar, membuat setengah dari sawah garapannya sudah berubah menjadi lapangan yang dipenuhi dengan pasir.
“Sebelum terjadi banjir yang cukup besar, saya masih mengola sawah saya seluas 1 hektar, namun sekarang tinggal setengahnya saja karena sudah dipenuhi dengan pasir. Saya hanya bisa pasrah karena tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi sawah yang berpasir itu,” kata Hadire.
Selain rusak karena dipenuhi pasir, saat ini warga tengah kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka, karena saluran irigasi dari bendungan yang ada di desa itu juga tidak dapat berfungsi, akibat telah tertutup dengan lumpur yang sudah mengering.
“Inilah kondisi tersulit yang kami rasakan saat ini, selain sawah kami telah hilang, kami juga kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah yang masih tersisa. Kami hanya bisa berharap agar pemerintah dapat memberi perhatian bagi nasib yang kami alami saat ini,” harapnya.
Sekretaris Desa Oneeha, Arman, yang ditemui membenarkan nasib yang menimpa petani di desa itu. Sebab menurut dia, bukan hanya warga petani yang saat ini terancam kehilangan mata pencahariannya, namun juga penambak yang ada di desa itu. Dari catatan dia, selain 30 hektar sawah yang sudah tak bisa diolah, juga ada 10 hektar tambak warga yang rusak akibat terjangan banjir di desa itu. Belum lagi gabah milik petani yang ada di rumah dan tempat penampungan.
“Kalau kita hitung-hitung banjir yang terjadi bulan lalu itu telah merugikan warga sekitar ratusan juta rupiah, sebab selain merusak padi yang siap panen, juga menghanyutkan udang dan ikan di tambak warga yang juga siap dipanen. Jika ini dibiarkan, maka ada puluhan kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya sebagi petani sawah dan tambak, yang akan kehilangan mata pencaharian,” jelas Arman.
Sementara itu, Kepala Desa Oneeha, Hj. Darni Susanti yang dimintai keterangan terkait masalah ini mengatakan, upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Oneeha dalam menangani masalah ini, yakni telah melakukan koordinasi kepada instansi terkait agar masalah ini bisa terselesaikan. Upaya tersebut kata dia, antara lain dengan memberi laporan kejadian permohonan pembangunan infrastruktur sungai yang ditengarai menjadi penyebab rusaknya sawah, tambak dan permukiman warga.
“Kejadian ini saya sudah sampaikan ke beberapa instansi seperti Dinas PU, Dinas Pertanian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kolaka, namun memang hingga saat ini belum ada jawaban yang kami terima. Kami juga berharap agar instansi terkait bisa melihat langsung ke lapangan, seperti apa penderitaan yang dialami oleh petani di desa kami saat ini,” terang Hj. Darni. (cr3/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top