Lamedai Belum Bebas dari Ancaman Banjir – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SAFARI DESA

Lamedai Belum Bebas dari Ancaman Banjir

20160801_171223 (1)KOLAKA POS, KOLAKA – Beberapa hari ini, Kolaka kembali diguyur hujan. Intensitas hujan yang cukup tinggi yang terjadi di beberapa lokasi di beberapa kecamatan membuat warga yang berada di titik daerah rawan banjir kembali menjadi was was, karena sewaktu waktu banjir bisa saja terjadi di daerah itu.

Salah satu daerah yang mengaku masih rawan dengan ancaman banjir yakni Desa Lamedai Kecamatan Tanggetada. Desa yang saat ini dilalui oleh aliran sungai Lamedai/Oko-Oko jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi spontan membuat warga dan pemerintah di desa tersebut menjadi khwatir dengan ancaman dari bencana alam itu.

Kepala Desa Lamedai, Ali Mustafa mengaku bahwa salah satu penyebab rawannya terjadi banjir di desanya yakni meluapnya air sungai Lamedai hingga ke permukiman warga. Bahkan kata Kades, banjir yang terjadi seringkali meluap ke areal sawah warga hingga mengakibatkan rusaknya tanaman padi yang bisa memicu terjadinya gagal panen.

“Salah satu penyebab terjadinya luapan air yang masuk ke permukiman dan sawah warga adalah adanya bendungan yang sudah tidak berfungsi diatas permukaan sungai itu. Bangunan tersebut menjadi penghalang arus air yang kemudian meluap ke areal persawahan dan permukiman. Jika ini dibiarkan maka sampai kapan pun banjir di wilayah ini akan terus menjadi momok bagi warga,”kata Kades Lamedai.

Ali menilai bahwa sebaiknya pemerintah melalui dinas terkait untuk membuka bangunan bendung yang sudah tidak berfungsi tersebut agar arus air di sungai itu bisa mengalir ke muara sungai dan tak meluap ke sawah dan permukiman warga.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kolaka, Akbar Dili mengatakan bahwa seringnya terjadinya luapan banjir yang masuk ke persawahan warga di Lamedai lantaran ketinggian permukaan sungai dan areal sawah di wilayah itu sama. Apalagi kata Dili, jika banjir bersamaan dengan kondisi air laut yang sedang pasang terjadi, maka air yang berasal dari sungai tak dapat mengalir ke laut karena terhalang oleh air pasang. Hal ini kemudian mengakibatkan banjir dipastikan akan naik ke sawah dan permukiman warga.

“Sungai di Lamedai itu memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain, sebab selain jarak laut dengan areal sawah warga cukup dekat, ketinggian dasar sungai juga nyaris sama dengan areal persawahan. Makanya jika badan sungai sudah tidak mampu menampung volume air dari hulu, maka akan meluap ke areal peesawan warga. Belum lagi sungai di daerah itu kondisinya berbelok, sehingga sangat sering air yang deras menerjang tebing sungai dan lurus ke sawah warga. Jadi jika disebutkan bahwa bangunan dam yang ada di sungai itu menjadi pemicu meluapnya banjir ke sawah dan permukiman warga, maka hal tersebut belum bisa dikatakan seperti itu,”kata Akbar Dili. (cr3/hen)

Keterangan gambar :
Kades Lamedai, Ali Mustafa

Area lampiran

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top