Diduga Bodong, 600 Dokumen Pengangkatan K2 Konawe – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Diduga Bodong, 600 Dokumen Pengangkatan K2 Konawe

NET/ILUSTRASI

NET/ILUSTRASI

KOLAKA POS, UNAAHA – Sebanyak 600 dokumen pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) kategori dua (K2) di lingkup pemerintah daerah Konawe diduga banyak yang terindikasi palsu. Hal tersebut diketahui setelah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Masyarakat Konawe (LSM formasi)Muh. Hajar menggelar konfrensi persnya.

Dalam kesempatan itu Muh. Hajar menyampaikan bahwa indikasi dokumen palsu yang terjadi saat pengangkatan PNS K2 berjumlah sekitar 600 orang dari 816 orang. Hal tersebut di dasari dari temuannya dilapangan yang diantaranya PNS yang diangkat dari kategori dua banyak yang tidak melalui mekanisme sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 48 tahun 2005, dimana dari 600 orang yang terangkat disinyalir menggunakan dokumen berupa Surat Keputusan (SK) Bupati tahun 2005 dan hal ini sangat mencederai para tenaga honorer yang sudah bekerja selama belasan tahun.

Sebagai salah satu contoh lanjut Hajar, dia menyebutkan pegawai negeri sipil Kategori dua yang menurutnya tidak masuk akal, pasalnya pegawai tersebut tidak pernah ke kantor tiba-tiba lolos berkas untuk mengikuti tes CPNS kategori dua, sementara dalan peraturan PP 48 tahun 2005, tenaga honorer masuk kategori dua jika, tenaga honorer mengabdi selama satu tahun tanpa putus-putus.

” Salah satu contoh, dari 600 orang yang diduga bodong yakni inisial B yang kini bekerja di UPTD Uepai, si B ini tidak pernah masuk kantor kok tiba-tiba terangkat dan masih banyak lagi, dari 300 orang yang saya kenal diantaranya melakukan pemalsuan dokumen” katanya.

Tidak hanya orang yang dikenal, Hajar juga membeberkan tentang salah satu dokter yang usianya masih 17 tahun tetapi sudah memiliki SK 2005, dan ini sangat jelas jika dokumen yang di gunakan dokter ini palsu karena tidak ada dokter yang berusia 17 tahun. Demikian dengan salah satu dokter yang namanya terangkat tapi orangnya tidak ada di tempat tugasnya, sama seperti pegawai yang terangkat di kelurahan Unaaha, tidak pernah mengurus tapi namanya masuk jadi PNS, jika demikian ada dugaan kuota pengangkatan PNS K2 di Konawe merupakan titipan dari para pejabat yang ada di luar Konawe.

” Dokter inisial FF, kelahiran 28 Mei 1998, kalau berdasarkan PP 48 per 1 januari 2005, berarti masih usia 17 tahun, usia 17 tahun sudah memiliki SK honorer pengangkatan dokter atau tenaga medis. Pertanyaanya apakah di usia 17 tahun sudah ada dokter? Dokter inisial EE, kelahiran 1981bertugas di puskesmas Soropia, setelah saya cek ke sana ternyata tudak ada nama tersebut, inisial I kantor kelurahan Unaaha, dia ini sebagai petinggi bank gandalata di Buton, tidak pernah urus berkas masuk jadi PNS K2, dan ini jelas ada pemalsuan dokumen oleh pihak tertentu” terangnya.

Dari data yang diungkapkan Muh. Hajar, keseluruhanya sudah di laporkan ke menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) di Jakarta. Dalam laporan tersebut dia mempersoalkan tentang dokumen tentang pengangkatan K2 yang diduga banyak di palsukan, karena jika mengacu pada SK bupati 2005 yang ditanda tangani oleh mantan bupati konawe Lukman Abunawas. Tenaga honorer di Konawe hanya mencapai 200 orang lebih, sementara yang terjadi saat pengangkatan tiba-tiba meningkat menjadi 600 orang, dari sini juga merupakan dasar ada pemalsuan yang dilakukan oknum-oknum ini untuk memuluskan niat jahat. (m4/hen)

Muh. Hajar kiri saat konfrensi kemarin

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top