Tambang PT SUN Bikin Kering Persawahan Warga – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Tambang PT SUN Bikin Kering Persawahan Warga

IMG_20160731_161203KOLAKA POS, BOMBANA – Eksploitasi penambangan emas milik PT Sultra Utama Nikel (SUN) yang berlebihan mengakibatkan persawahan milik warga Desa Langkowala,Watu-Watu dan Lomba Kasih Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana terancam kekeringan.

Dari hasil pengamatan dilapangan yang dilakukan oleh anggota DPRD Rumiyanto Sabtu kemarin,mengatakan terdapat aktivitas penambagan disekitar badan sungai Langkowala,yang selama ini mengairi lahan sawah tiga desa, akibatnya aktivitas penambangan itu terjadi pendangkalan air sungai.

” Air yang selama ini mengairi sungai menjadi tidak normal,akibat material buangan dari aktivitas tambang berupa lumpur yang membentuk sendimen dibadan sungai,” jelas Rumi.

Diktakan, awalnya ini hanya sebatas dugaan, tapi setelah dicek dilokasi penambangan ternyata betul apa yang di katakan warga,lahan yang kering diakibat aktivitas penambangan yang tidak terkendali.

Ia menambahkan,aktivitas penambagan yang berada di badan sungai tersebut kata Rumi tentu akan mengancam mata pencarian warga setempat yang sudah sekian lama menggantungkan hidupnya di bidang pertanian.

“Sebelum ada tambang desa tersebut hasil panen dalam satu tahun maksimal mencapai dua kali setahun,sekarang warga hanya mampu panen sekali setahun,ini berdasarkan informasi salah satu warga pada saya,”ungkapnya

Dari data informasi yang di terima, lanjut Rumi,untuk lahan persawahan desa Langkowala yang selama ini mengharapkan sumber air dari sungai tersebut sebanyak 200 Ha,belum lagi desa yang lainnya.

Menurut dia, bahwa dalam peraturan setiap pelaku usaha untuk melakukan usaha harus berjarak 200 Meter dari sungai.

“Namun faktanya PT SUN sudah melakukan aktivitas yang melanggar aturan itu,”katanya.

Melihat permasalahan ini harus ada upaya yang di lakukan oleh pemerintah untuk penanganan masalah tersebut,agar aktivitas penambagan tidak mengganggu warga desa yang selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil sawah.

“Tentu ke depannya kami akan melakukan pemanggilan terhadap dua instansi pemerintah yakni Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Pertambangan dan ESDM Kabupaten Bombana terkait kinerja instansi pemerintah tersebut dalam pengawasannya,kemungkinan pemanggilan tersebut akan dilakukan Minggu ini,”terangnya (K6/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top