Virtu Dragon Ancam Pecat Karyawan Mogok Kerja – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Virtu Dragon Ancam Pecat Karyawan Mogok Kerja

MOGOK

Net/Ilustrasi

 KOLAKA POS, KENDARI – PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) nampaknya tak main-main menghadapi karyawannya yang melakukan aksi mogok kerja sejak Senin (25/7) dan tidak menentukan kapan akan masuk kerja lagi, sehingga sanksi pemecatan akan diberikan.

General Manager (GM) VDNI Rudi mengatakan pemecatan itu akan diberikan secara otomatis oleh perusahaan terhadap karyawan apabila melakukan aksi mogok kerja hingga lebih dari lima hari.

“Kita berikan waktu lima hari, apabila mogoknya lebih dari itu, maka kita akan melakukan pemecatan, sebab dengan aksi mogok mereka perusahaan menderita kerugian besar. Meski demikian sudah ada hampir 60 karyawan yang mulai menyadari sehingga mereka mengaku akan masuk kerja kembali, ” katanya Rabu (27/6).

Aksi mogok kerja yang disertai dengan unjuk rasa dengan beberapa tuntutan pada Senin lalu sangat disesalkannya padahal apa yang menjadi tuntutan mereka bisa diselesaikan secara baik-baik. “Kemarin itu masih bisa diselesaikan oleh kapala dingin, karena sebenarnnya yang terjadi ini hanya mis komunikasi,” ujarnya.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, beberapa tuntutan utama mereka, Pembayaran pesangon bagi karyawan yang telah di PHK, Upah Kerja harus sesuai UMR, Status Karyawan harus jelas, Prosedur penerimaan karyawan, larangan berserikat, kata Rudi sebenarnya sudah hampir dipenuhi semua.

“Mereka mengatakan sekitar 332 yang di PHK, padahal 332 orang itu yang kita usulkan ke pusat, dan hasil seleksi dari pusat hanya 259 karyawan yang dirumahkan, dan pesangon mereka sudah kita bayarkan ke rekening mereka masing-masing yang total anggarannya sekitar Rp. 1,5 milyar,” jelasnya.

Begitu pula lanjutnya, dengan upah kerja, pihaknya mengaji karyawan sesui dengan Upah Minimum Regiun (UMR), sehingga apabila masih ada karyawan yang menerima dibawah UMR segera bertemu dengan dirinya untuk segera dinaikan. “Apa kah itu ada kesalahan di pihak HRD kita, tapi sepengetahuan saya bisa dilihat disini tidak ada yang di bawah UMR,” tuturnya.

Sedangkan untuk status karyawan dan prosedur penerimaan kata Rudi sudah sesuai dengan standar penerimaan kerja, dimana sebelum menandatangani kontrak terlebih dahulu diadakan masa percobaan, dan terkait ijazah mereka yang ditahan perusahaan sudah mengembalikannya.

“PLH kita sekarang sekitar 34 orang dan itu setelah melewati percobaan kita akan melakukan kontrak kerja, kita bekerja secara profesional. Ijazah yang kami minta pada saat penerimaan itu untuk membuktikan pendidikan mereka, dan sekarang kita sudah kembalikan semua,” ujarnya.
Dan yang terakhir terkait larangan berserikat kata dia pihak perusahaan tidak pernah melarang karyawannya untuk berserikat. “Tidak ada satupun larangan untuk berserikat Virtue akan menfasilitasi itu pada saatnya karena kita sedang rapikan dulu internal kita punya administrasi, kita kan memperbaiki internal dulu kalau administrasinya kacau kita akan lakukan itu semua dalam taraf diskusi antara pihak,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini dia berharap agar karyawannya bisa kembali bekerja, kalaupun masih ada yang akan dipertanyakan oleh karyawannya, dirinya selalu terbuka untuk selalu berdiskusi dan mencari solusi bagi karyawannya.

“Saya berharap mereka bisa masuk kerja secepatnya, saya selalu terbuka untuk mereka. kalaupun mereka takut untuk masuk karena sebenarnya ini hanya kepentingan beberapa orang saja, sehingga mereka menjadi korban, maka saya jamin keselaman mereka selama bekerja, saya sudah berkoordinasi dengan para pihak keamanan, pungkasnya (k1/hen)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top