Kualitas Aspal Buton Lebih Baik dari Aspal Pertamina – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Kualitas Aspal Buton Lebih Baik dari Aspal Pertamina

KOLAKA POS, KENDARI – Dengan pekerbangan teknologi Sulawesi Tenggara, tidak lagi mengimpor aspal dari luar.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) propinsi Sultra, Ir. Laode Muhamad Saidin. Ia mengatakan, ke depannya Sultra tidak lagi mengimpor aspal dari luar, karena aspal Buton ini dari awal sudah diketahui oleh pemilik sumber daya manusia (SDM), tentang teknik jalan bahwa aspal buton lebih tinggi mutunya dari aspal buatan pertamina. “Untuk aspal Buton itu 1,4 juta pertahun sementara pertamina aspal minyaknya hanya 50 persen, berarti dalam hal ini ada 750 ton kita mengimpor dari di luar,” ungkapnya disela-sela acara, Rabu (27/7).
Ia menyampaikan mengimpor aspal minyak ini sebenarnya satu pekerjaan yang biasa, padahal aspal Buton itu 650 juta ton yang setara dengan 170 ton aspal minyak. “Sementara yang kita pakai itu hanya 1,5 juta ton pertahun. Berarti kalau kita pakai untuk pengaspalan itu bisa berapa ratus tahun aspal itu sendiri. Sementara aspal buton ini sudah dibuktikan kekerasannya, stabilitasnya, dari aspal minyak,” tuturnya.

Saidin menuturkan,selama ini kesulitan ekstrak untuk mengeluarkan aspal murni dari aspal buton, karena aspal buton 80 persen terdiri dari kalsium karbonat yang tidak digunakan untuk pengaspalan, jadi hanya 20 persen aspal buton yang dipakai untuk pengaspalan. “Memisahkan kalsium karbonat dangan aspal murni itu banyak yang diragukan, mungkin secara ekonomis tapi untuk sekarang sudah ada teknologi untuk itu. Seharusnya kita mulai gunakan, kebetulan juga kementerian sudah ada SKnya, Peraturan Daerahnya (Perda) dari Gubernur Sultra, (Nur Alam, red) untuk menggunakan aspal Buton,” tuturnya.

Memang selama kita pakai aspal Buton belum aspal murni, hanya yang kita pakai itu baru 10 persen. Belum memakai aspal Buton yang murni. “Untuk mengembangkan aspal Buton ini seharusnya pemerintah membantu perusahaan memberikan fasilitas, supaya pihak perusahaan mengeksrak aspal tersebut dengan cepat, supaya kita gunakan setiap tahun,” katanya.
Pria yang sudah berambut putih itu, mengatakan, aspal Buton yang digunakan di Sultra baru 10 persen, karena aspal buton mengandung 80 persen material yang harus dikeluarkan sehingga yang dipakai hanya 10 persen, untuk mencampur aspal minyak, tapi itu untuk teknologi sekarang. “Kalau sudah teknologi yang canggih yang bisa memisahkan aspal buton dari kalsium karbonat, kita tidak perlu lagi mengekspor aspal lagi,” tutupnya. (P2/hen)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top