Ratusan Warga Raha Usir Anggota DPR RI – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Ratusan Warga Raha Usir Anggota DPR RI

Termasuk Amirul Tamim dan Arteria Dahlan

KOLAKA POS, RAHA – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus menelan pil pahit. Sebab, kedatangan mereka di kabupaten Muna dihadang dan diusir oleh ratusan massa warga Kota Raha Kabupaten Muna.
Rombongan tersebut merupakan anggota Komisi II DPR RI yakni Amirul Tamim dan Arteria Dahlan. Serta Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu dan beberapa rekan wartawan yang ikut dalam rombongan tersebut.
Mereka dihadang dan diusir paksa keluar dari wilayah Kabupaten Muna lantaran ratusan massa tersebut mensinyalir bahwa kedatangan rombongan anggota DPR RI di tanah Sowite akan melakukan intervensi terkait persoalan politik di Kabupaten Muna.
Hal tersebut di kemukakan Kordinator Aksi La Ode Kadaruddin Mongkito menurutnya, aksi itu merupakan reaksi spontan masyarakat Kabupaten Muna khususnya yang ada di Kota Raha.
“Kenapa ada gerakan spontanitas ini? Karena, kita sinyalir datangnya anggota Komisi II itu merupakan bentuk intervensi gaya baru yang coba diciptakan. Sebab, kunjungan mereka itu dikawal oleh salah satu pendukung paslon lain,” ujarnya Jumat (22/7).
Sementara itu, salah satu anggota Komisi II DPR RI Arteria Dahlan sangat sesalkan aksi massa yang dilakukan oleh ratusan warga itu.
Menurutnya, kedatangan mereka di tanah Sowite guna memantau dan mengawasi jalannya demokrasi politik di Kabupaten Muna. Sebab, pasca sidang Mahkamah Konstitusi yang digelar pada 19 Juli lalu, mereka menerima banyak laporan bahwa pelaksanaan PSU Jilid II di Kabupaten Muna terdapat masalah pada data dan daftar pemilih.
“Kami hadir ini untuk menyelesaikan. Memastikan yang benar siapa sih. Jangan lihat partainya. Komisi II itu enggak pake partai-partai,” ujar Arteria Dahlan sebelum dia dan rombongannya meninggalkan pelabuhan Tampo.
Anggota komisi II DPR RI itu menganggap konyol tudingan yang disangkakan mereka. Sebab kedatangan mereka bukan atas nama partai politik yang mereka tunggangi apalagi harus mengurus pembangunan di Tanah Sowite tersebut.
“Kan lucu, kebetulan saja saya PDIP. Kemarin, Konawe Selatan yang kita bela itu teman-teman P3. Kami yang bela itu. Ngga ada partai-partai. Terlalu kecil bagi partai untuk ngurusin Muna ini. Perlu diingat itu. Komisi II enggak ngurusin Muna, tapi mau meyelesaikan masalah yang ada di Muna. Siapa pun dia kepala daerahnya,” tandasnya
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Kolaka Pos, bahwa penghadangan rombongan anggota DPR RI itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Pasalnya, rombongan anggota DPR RI tersebut dihadang tepat di depan SMP Negeri 2 Raha jalan Gatot Subroto kelurahan Bata Laiworu kecamatan Bata Laiworu kabupaten Muna, pada saat rombongan itu hendak ke gedung Galampano rumah jabatan Bupati dengan dikawal mobil Patwal Pol PP kabupaten Muna.
Saat itu, ratusan massa tiba-tiba menghadang rombongan anggota DPR RI itu dan meyuruh untuk kembali keluar dari Kabupaten Muna.
Aksi ratusan massa saat itu sangat susah untuk di kendalikan. Sebab, massa mulai menarik dan mendorong anggota DPR RI itu bahkan memukul-mukul mobil yang ditumpagi oleh mereka.
Melihat amukan massa yang telah menggancam keselamatan anggota DPR RI tersebut, tiga orang anggota Inteldim 1416/Muna yakni Serma Dahlan, Sertu La Sapatunggu, dan Serda Halbin saat itu berada di lokasi kejadian langsung mengamankan rombongan anggota DPR RI tersebut dan membawanya masuk ke dalam Makodim 1416/Muna. Sebab, Makodim 1416/Muna merupakan zona bebas politik.
Selanjutnya, Pukul 11.30 Wita, dengan pengawalan ketat yang dikerahkan Dandim 1416/Muna Letkol ARH Hendra Gunawan, saat itu juga rombongan DPR RI itu di kawal ketat oleh puluhan anggota TNI dari Makodim 1416/Muna menuju Pelabuhan Tampo.
Setelah itu, pukul 12.15 wita, rombongan DPR RI tersebut meninggalkan pelabuhan Tampo menuju Kota Kendari dengan menggunakan kapal Spet Boat. (m1)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top