Oknum Kepala BKD Kolaka Minta Uang K2 – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Oknum Kepala BKD Kolaka Minta Uang K2

KOLAKA POS, KOLAKA – Modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat mulai marak di Kolaka. Setelah Ketua DPRD Parmin Dasir, kini giliran nama Kepala BKD Mujahidin yang namanya digunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk meraup keuntungan dengan cara meminta sejumlah uang kepada honorer.”Memang ada orang yang mengaku sebagai saya (Kepala BKD) dan menelpon kepala sekolah dan beberapa honorer kategori dua (K2). Itu bukan saya, saya juga kaget saat ada kepala sekolah datang dan bilang telah dimintai yan, ” kata Kepala BKD Kolaka Mujahidin.

Lanjut ia mengataka bedasarkan informasi, oknum yang tidak bertanggungjawab itu mengaku sebagai Kepala BKD dan menelpon beberapa honorer K2 untuk dimintai sejumlah uang. Alasanya yaitu untuk pengurusan honorer K2 menjadi PNS. Padahal saat ini tidak ada pengangkatan PNS. “Ada honorer K2 yang menemui saya dan menanyakan bagaimana perkembangan pengurusan berkasnya. Padahal saya tidak pernah menghubungi dia untuk diangkat menjadi PNS,” ujarnya.

Selain honorer K2, oknum yang tidak bertanggungjawab itu dengan mengatasnamakan Kepala BKD juga menelpon beberapa kepala sekolah dan memintanya untuk mengumpulkan sejumlah uang dari honorer K2 yang mengabdi di sekolahnya. Alasannya juga untuk pengurusan berkas agar guru honorer K2 yang ada di sekolah itu terangkat menjadi PNS. Merasa nama baiknya dicemarkan, Mujahidin berencana akan melaporkan pelaku penipuan itu ke pihak kepolisian. “Dalam waktu dekat ini saya akan laporkan kasus ini ke kepolisian karena perbuatan ini sangat merugikan. Dia (pelaku, red) telah mencemarkan nama baik saya,” tandasnya. Mujahidin mengaku belum mengetahui persis apakah ada PNS atau honorer yang mentransfer uang yang diminta oleh Kepala BKD palsu itu. Olehnya itu, untuk meminimalisir atau mencegah adanya korban penipuan, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kolaka khususnya PNS dan honorer K2 untuk mengabaikan dan tidak percaya jika sewaktu-waktu ada yang menghubungi melalui telepon dan mengaku sebagai Kepala BKD dan meminta UANG. Uang yang di minta mulai 4 sampai 5 jutaan, muda mudahan tidak ada yang menanggapi jika ada oknum BKD yang minta uang. Kalau memang ada bisa langsung laporkan kesaja saya akan langsung proses dan saya akan lapor ke Bupati, “tambahnya(hud/hen)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top