Karyawan PT. Vitue Dragon Mogok Kerja – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Karyawan PT. Vitue Dragon Mogok Kerja

KOLAKA POS, KENDARI – Ratusan Pekerja PT Vitue Dragon Nikel Industri (VDNI) melakukan aksi mogok kerja. Aksi yang diikuti demonstrasi itu terjadi Senin, dan aktifitas kerja di perusahan asal negeri Panda itu lumpuh total.

Para karyawan itu geram atas sejumlah kebijakan pihak manajemen VDNI yang dinilai merugikan, mulai dari pembayaran pesangon karyawan yang telah di PHK, larangan berserikat, waktu bekerja, upah pekerja, dan status pekerja karyawan non prosedural.
Koordinator Lapangan (Koorlap) Aswin mengatakan, dari 412 karyawan yang telah di PHK sejak April 2017 lalu hingga Juli 2017 baru 32 orang yang menerima pesangon dan sisanya 280 orang hingga kini belum ada kejelasan kapan pihak VDNI akan membayar. “Namun yang telah menerima pesangon sebanyak 32 orang itu mereka juga tidak menerima full, misalnya didaftar itu 5 juta tapi yang mereka terima hanya 4 juta inikan tentunya melahirkan pertanyaan kepada kami, ada apa sebenarnya,” jelasnya.

Sedangkan untuk lama waktu bekerja, jam kerja para pekerja melebihi waktu bekerja yang ditetapkan pemerintah, yang seharusnya delapan jam sehari dinaikan menjadi sembilan jam sehari dan untuk upahnya tetap dibayar sama terhitung satu hari. “Selama ini kita bekerja sembilan jam dan tentunya itu melanggar dari yang telah ditetapkan pemerintah, olehnya itu kami menuntut satu jam lebihnya itu terhitung lembur,” jelasnya.
Dikatakan untuk prosedur penerima kerja yang non prosedural dimaksud adalah pada saat perekrutan ijazah para pelamar di ambil oleh pihak VDNI, kemudian pekerja yang telah di PHK saat melamar kembali hendaknya mengembalikan pesangon yang telah diterima.

“Kemudian status Pekerja Lepas Harian (PLH) dulu saat melamar dijanjikan untuk menjadi keryawan tetap namun sampai sekarang sudah enam bulan masih berstatus PLH, dulu perjanjiannya trening itu 4 bulan saja, makannya kita adakan pemboikotan hari ini ,” kata dia orasi.

Dia menabahkan terkait larangan berserikat, pihak VDNI mengeluarkan pengumuman secara tertulis yang mengancam akan mengeluarkan serta tidak akan menerima keluarga para pekerja yang tergabung dalam serikat Buruh Perusahaan. “Kemarin begitu mereka mendengar kita akan demo Ibu Riana dalam hal ini HDR mengeluarkan surat larangan dan ancaman itu,” sebutnya.

Atas aksi tuntutan ini, Grand Manager (GM) VDNI mengaku akan menyampaikan keluhan para karyawan
kepada Direktur VDI yang berada dipusat. ” Apa yang menjadi permintaan teman-teman telah saya catat dan saya akan sampaikan ke pusat,” jelasnya.
Menurut karyawan, mereka akan terus mogok kerja dan memboikot aktivitas di perusaahaan hingga tuntutan mereka terkabulkan. (k1/hen)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top