Dinkes Sultra Akui 30 PNSnya Ijazah Palsu – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dinkes Sultra Akui 30 PNSnya Ijazah Palsu

Net/Ilustrasi

Net/Ilustrasi

KOLAKA POS, KENDARI – Kepala Dines Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengara (Sultra) Asrum Tombili membetulkan pernyataan Sekertaris Daerah (Sekda) Sultra Lukman Abunawas yang mengatakan sebanyak 30 orang PNS asal Dinkes terindikasi berijazah palsu.

Namun menurutnya ke 30 orang yang tersinyalir menggunakan ijazah palsu tersebut tersebar di seluruh Dinkes Kabupaten/Kota di Sultra termasuk kemungkinan bawahannya langsung. dan dirinya tidak mengetahui terkaid daerah-daerah mana saja yang terlibat.

“Mungkin betul siyalemennya Lukman Abunawas., tapi 30 orang yang disinyalir ijazah palsu itu tersebar di beberapa kabupaten/kota dan Provinsi sendiri,” sebutnya saat disambangi diruang kerjanya. Jumat (22/7).

Dikatakannya permasalahan ijazah palsu ini tidak bisa dipungkiri olehnya sebab, kadang kala ada di jumpai pegawai yang tidak mengenyam pendidikan DIII ataupun S1 namun tiba-tiba memiliki ijazah mengusulkan penyetaraan pangkat sesuai dengan Ijazah yang dimiliki.

“Memang disiyalir ada karna ada orang masih kerja tiba-tiba sarjana, kemudian langsung mengusulkan penyetaraan yang tadinya golongan IIb tapi karna ijazahnya tiba-tibanya itu S1 maka dia usulkan penyetaraan,” sebutnya.

Dia membeberkan, ijazah Palsu yang kemungkinan dipergunakan oleh aparatnya, disebabkan keinginan memperoleh gelar dan ijazah secara prakmatis, tanpa melihat latar belakang kampus yang mengeluarkan ijazah itu.

“Mungkin background pendidikannya di mana kan ada perguruan tinggi yang tidak terakreditasi, dalam hal ini tidak terakakui sehingga biar sebanyak apapun dia mengeluarkan ijazah tetap tidak akan berguna,” tuturnya.

Sedangkan profesi pengguna ijazah palsu ini dilihat dari segi latar belakang jurusan, kata Asrum kemungkinan dipergunakan profesi Kebidanan, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat (Kesmas). “Yang jelas hanya dokter yang bisa saya jamin tidak menggunakan ijazah palsu,”

Sedangkan sanksi yang akan diberikan, Asrun menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Sekda Sultra sebagai Jendranya PNS di Sultra.

“Saya ingin ditindaki sesuai ketentuan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Kalau misalnya dia menyesuaikan pangkat dengan ijazahnya yah copot turunkan di kembalikan ijazah SMAnya maksudnya kalau tadinya dia golongan IIb kemudian saat penyetaraan menggunakan Ijasah S1 dan setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa ijazahnya itu palsu maka di kembalikan ke IIb,” pungkasnya (k1/hen)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top