TKA Ilegal “Kuasai” Tambang Nikel di Konawe? – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

TKA Ilegal “Kuasai” Tambang Nikel di Konawe?

1205385620X310KOLAKA POS, KENDARI – Hadirnya PT. Virtua Dragon Nikel Industri (VDNI), yang mengelola tambang nikel di Konawe seharusnya memberi solusi, dalam mengurangi pengangguran yang ada di Sultra, khususnya di Konawe. Namun, harapan itu sirna karena tanpa disadari investor ternyata turut mengikut sertakan Tenaga Terja Asing (TKA), dengan tujuan mendominasi ruang pekerjaan tersebut.
Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Konawe (IPPMIK) Kendari, M. Ikram membeberkan, PT. VDNI telah melakukan mobilisasi massa melalui jalur laut. Ini merupakan modus yang dilakukan perusahaan, dengan memasukkan TKA bersamaan dengan properti yang digunakan dalam pembangunan smelter dan PLTU.
“Ini yang harus direspon oleh pemerintah imigrasi, dalam hal pengawasan, bahwasannya ini adalah benar-benar tindakan yang harus disikapi secara tegas. Ini tidak boleh dibiarkan, kerana kita tidak menginginkan ada proses mobilisasi TKA,” tuturnya.
M. Ikram menambahkan, pada saat mobilisasi massa dilakukan secara sembunyi-sembunyi. “Ini merupakan kegiatan yang sangat ilegal tentunya. Kami minta pihak kepolisian harus menyingkapi secara tegas dan secara hukum. Kita tidak mau, kegiatan yang dilakukan di PT.VDNI itu ilegal,” imbuhnya.
Penyelundupan TKA yang dilakukan pihak perusahaan melalui jalur laut di pelabuhan Morosi dengan jumlah kurang lebih 600 orang, bertentangan dengan data yang ada di Transmigrasi dan Imigrasi. ”Jumlah TKA di Sultra katanya 164 orang, sementara untuk Morosi saja sudah jauh dari angka tersebut. Berarti dalam hal ini kegiatan dari pihak Imigrasi yang belum beres,” jelasnya.
Ikram sapaan akrabnya mengungkapkan, pemerintah harus masuk mengecek langsung ke dalam PT. VDNI, agar mengetahui jumlah TKA yang ada di perusahaan tersebut. ”Kami menuntut supaya pemerintah memulangkan TKA yang tidak punya legalitas keberadaan mereka, dan pulangkan mereka yang diluar daripada teknisi. Karena sumber daya tenaga kerja lokal masih mampu melakukan pekerjaan itu, misalnya sopir mobil,” tutupnya. (p2)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top