Tersangka Curat Meninggal Akibat Over Dosis – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Tersangka Curat Meninggal Akibat Over Dosis

Mauluddin saat memberikan keterangan kepada wartawan didampingi kepala RSUD Konsel Boni Lambang Pramana (tengah) dan Kapolres Konsel AKP Hendrik Widyana (kanan)..FOTO : Syaprudin/Kolaka Pos

Mauluddin saat memberikan keterangan kepada wartawan didampingi kepala RSUD Konsel Boni Lambang Pramana (tengah) dan Kapolres Konsel AKP Hendrik Widyana (kanan)..FOTO : Syaprudin/Kolaka Pos

KOLAKA POS, ANDOOLO – Satu dari tiga tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) pada 14 dan 15 Juli lalu, dengan tempat kejadian perkara (TKP) di kecamatan Lalembu dan Palangga, dinyatakan meninggal dunia akibat over dosis minuman keras (Miras) dan Narkoba.
Kasat Reskrim Polres Konsel Iptu Giadi mengungkapkan, dari hasil penyelidikan atas kasus tersebut didapatkan satu tersangka atas nama Putra di Kopkit Kendari, setelah itu Putra mengungkapkan ada tersangka lain yang diduga melarikan diri ke Kolaka. Dengan inisial S (31) kecamatan Laeya desa Ombu-ombu dan D (27) warga Watubangga.
“Setelah melakukan pengembangan tim Reskrim Konsel berangkat ke Kolaka, disana kami bergabung tim Buser Kolaka. Kemudian kami melakukan penangkapan terhadap yang diduga tersangka, saat tiba di TKP ternyata ada tiga orang sementara pesta Miras. Tidak lama kemudian mereka berhamburan melarikan diri,” jelasnya.
Dari penangkapan itu pihaknya berhasil menangkap inisial S dan D, usai penangkapan tim Reskrim Polres langsung melakukan perjalanan ke Konsel. Namun pada saat perjalanan tersangka S mengalami muntah-muntah akibat mabuk berat, pada saat pihaknya tiba di Konsel, S langsung dilarikan di Puskesmas terdekat untuk tindakan awal.
“Tersangka D kami amankan di Polres Konsel, keesokan harinya (20/7) Kepala Puskesmas merujuk S agar dibawa ke RSUD Konsel. Untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan oleh kepala RSUD Konsel Boni Lambang Pramana, S dibawa di RSUD pada Rabu (20/7) pukul 10:50 WIta, S diterima oleh dokter jaga UGD dan didiagnosa awal akibat penurunan kesadaran. S kemudian meninggal pada pukul 19:10 Wita.
“Pada saat diperiksa S ini memang dalam keadaan mabuk berat, Puskesmas melakukan rujukan karena S membutuhkan penanganan yang intensif,” ungkapnya.
Sementara itu, spesialis Forensik RS Bhayangkara Kendari Mauluddin, membenarkan dari hasil pemeriksaan luar jenazah karena pemeriksaan otopsi tidak diizinkan oleh pihak keluarga. Maka pihaknya menjelaskan hasil pemeriksaan luar, jika memang benar ada beberapa luka kepala, lengan dan paha namun itu hanya luka ringan saja.
“Jadi tidak ada luka yang sifatnya berat, atau tidak ada luka yang berhubungan dengan kematian S. Tetapi dari tes urine S ditemukan dua zat yang positif, yakni amfetamin dan met amfetamin jadi kami simpulkan dari tes urin jenazah ditemukan dua zat narkoba,” ungkapnya.
Jadi penyebab kematian S, lanjut dia, pihaknya menyimpulkan berhubungan dengan dua zat yang ditemukan dari tes urine. Bisa dipastikan keracunan alkohol dan narkoba, akibat over dosis.
“Dari penangkapan S hingga perjalanan ke RSUD Konsel, ini ada kesesuaian penurunan kesadaran akibat pengaruh dua zat tadi. Jadi saya perjelas kematian S akibat alkohol dan narkoba, bukan diakibatkan adanya benturan atau lainnya,” tegasnya. (k5)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top