Sidang Kode Etik PNS Malas Ditunda – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

Sidang Kode Etik PNS Malas Ditunda

KOLAKA POS, KOLAKA – Rencana sidang kode etik Pegawai Negeri Sipil (PNS) malas berkantor yang akan digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka dalam waktu dekat ini terpaksa harus ditunda. Pasalnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kolaka hingga
Kepala BKD Kolaka, Mujahidin melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pensiunan BKD, Hasimin mengatakan, sidang kode etik Arya Sartika dan Roni diundur sampai waktu yang belum dipastikan. Alasannya sampai saat ini belum adanya surat laporan tertulis dan salinan putusan dari pengadilan.

Misalnya saja, Roni ternyata statusnya sudah menjadi narapidana di Kendari makanya saat ini dewan majelis kode etik masih mencari salinan untuk memudahkan proses persidangan.

Sedangkan, untuk berkas Arya Sartika masih menunggu laporan tertulis dari atasannya dalam hal ini Lurah Sabilambo. Sedangkan Roni masih menunggu salinan putusan dari Pengadilan Negeri Kendari.
“Arya Sartika ini masih menunggu laporan tertulis dari pimpinannya karena selama ini laporannya hanya lisan, sedangkan kami juga butuh laporan tertulis sebagai berkas dalam penyelenggaraan sidang kode etik. Sedangkan Roni, masih menunggu salinan putusan dari Pengadilan Negeri Kendari karena katanya keluarganya, Roni terlibat kasus penipuan di Kendari dan saat ini mendekam di Rutan Kendari,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika berkas kedua PNS itu sudah lengkap maka BKD akan menggelar sidang kode etik untuk memutuskan sanksi yang diberikan. Ia memastikan bahwa sanksi yang diberikan kepada Roni maupun Arya Sartika telah sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. “Kami usahakan pada bulan ini (Juli, red) sidang kode etik sudah dapat dilakukan. Adapun sanksi berat yang menanti kedua PNS tersebut dapat berupa penurunan pangkat atau pemecahan,” tambahnya.

Untuk Roni, jika medapat vonis penjara selama dua tahun dan itu sudah inkra, maka secara otomatis akan mendapat sanksi pemecahan sesuai dengan peraturan Perundangan undangan. Perlu juga diketahui, Arya Sartika merupakan pegawai Kelurahan Sabilambo. Sedangkan Roni adalah staf di Bagian Hukum Setda Kolaka. ” Berdasarkan aturan PP 53 Tahun 2010, maka kedua sangat mungkin dikenakan sanksi pemecatan karena sudah tidak berkantor selama lebih dari 48 hari dalam setahun,” tandasnya. (hud)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top