Diperiksa Dua Kali Kadis Perindag Belum Tersangka – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Diperiksa Dua Kali Kadis Perindag Belum Tersangka

KOLAKA POS, UNAAHA – Kepala Dinas Perdagaangan kabupaten konawe, Muh. Yasin kembali diperiksa oleh tim pidana khusus (Pidsus) kejaksaan negeri Unaaha Kamis (21/7) kemarin sekitar pukul 11:00 WITA. Pemeriksaan kali dilakukan kejaksaan masih terkait penggunaan anggaran proyek pembangunan pasar sampara yang bersumber dari APBN tahun 2015, dimana proyek tersebut di duga terdapat kerugian negara sebesar 2 Milyar dari 10 Milyar total anggaran.
Meski sudah di lakukan Pemeriksaan sebanyak dua kali, namun Muh. Yasin belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasusu ini, karena pemanggilan tersebut masih dalam pemeriksaan guna pengembangan penyidikan dan hal ini belum bisa di jadikan bahwa kepala dinas perdagangan konawe tersangka dalam kasus ini, terkecuali pengembangan penyidikan sudah bisa di simpulkan

“Belum jadi tersangka, karena masih pengembangan penyidikan kalau sudah ada kesimpulan baru bisa ditetapkan tersangka demikian dengan PPK dan kotraktor yang mengerjakan proyek tersebut” ungkap salah satu pegawai kejaksaan yang enggan di mediakan namanya.

Secara terpisah pemeriksaan pengembangan penyidikan juga dilakukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Safruddin demikian dengan kontraktor yang melakukan pekerjaan, namun sampi saat ini belum ada informasi pasti terkait diperiksanya PPK dan Kontraktor, apakah hanya sebagai saksi atau calon tersangka dalam kasus ini.

Sementara itu kuasa hukum Muh. Yasin, Masri Said SH.MH menyampaikan, jika kejaksaan menetapkan klienya sebagai tersangka dalam kasus ini, menurutnya terlalu cepat mengambil kesimpulan karen ada beberapa yang perlu di lakukan kejaksaan dalam permasalahan kasus pasar sampara seperti hasil audit BPK yang sampai hari ini diperoleh kejaksaan Unaaha.

” Terlalu dini jika klien saya ditetapkan sebagai tersangka, karena hasil audit BPK atau BPKP mereka belum terima kejaksaan, karena BPK sebagai tim pemeriksa keuangan atau BPKP yang bisa mengetahui berapa kerugian negara” ungkap Masri.

Dia juga menyampaiakan ada kejanggalan dalam kasus ini terutama pada klienya, dikatakanya ada bukti pencairan anggaran yang menurut klienya tandatangan di lembaran tersebut bukalah milik kadis perindag konawe.

” Ada kejanggalan di lembar pencairan anggaran, dimana ada empat lembar pencairan yang menurut klien saya tidak memanda tangani lembar tersebut” ungkapnya. Hingga berita ini di tulis proses penyidikan masih berlangsung.(m4/hen)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top