Dua Kecamatan Aktifkan Kembali Perekaman KTP-E – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Metro Kolaka

Dua Kecamatan Aktifkan Kembali Perekaman KTP-E

ok ktpKOLAKA POS, KOLAKA – Bagi warga kecamatan Pomalaa dan Latambaga yang ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) tidak perlu lagi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kolaka. Pasalnya, Disdukcapil Kolaka kembali mengaktifkan alat perekaman KTP-E di kecamatan Pomalaa dan Latambaga.
Sekretaris Disdukcapil Kolaka, I Nyoman Suastika mengatakan, saat ini Disdukcapil telah mengaktifkan kembali alat perekaman KTP-E di kecamatan Pomalaa dan Latambaga. Hal ini dilakukan, agar para warga yang ingin mengurus tidak harus lagi ke Disdukcapil untuk mengurusnya. Selain itu, untuk mempermudah warga yang jauh dari perkotaan untuk melakukan perekaman KTP.

“Kecamatan yang bisa melakukan perekaman KTP itu Latambaga dan Pomalaa. Jadi warga yang ingin melakukan perekaman KTP, langsung saja ke kecamatan yang sudah disiapkan alatnya,” ungkapnya kepada Kolaka Pos kemarin.

Ia mengungkapkan, Disdukcapil menargetkan pada Agustus nanti ada enam kecamatan yang aktif melakukan perekaman KTP-E. Hal ini bertujuan agar, warga tidak perlu lagi ke Disdukcapil lagi melakukan perekaman KTP-E, karena sudah ada di kecamatan masing-masing. “Kami menargetkan Agustus sudah enam kecamatan yang bisa melakukan perekaman KTP-E adalah yakni kecamatan Wolo, Watubangga dan Tanggetada, serta Kolaka,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk kecamatan yang belum bisa diaktifkan tidak perlu kecawa, karena Disdukcapil juga akan turun ke lapangan untuk melakukan perekaman KTP-E. Apabila tidak sempat melakukan perekaman di lapangan, warga juga bisa melakukan perekaman di kecamatan yang memiliki alat. “Kecamatan yang belum tersedia alat, bisa melakukan perekaman di kecamatan terdekat atau tidak bisa langsung ke Disdukcapil,” terangnya.

Nyoman menjelaskan, salah satu alasan Disdukcapil kembali mengaktifkan di kecamatan, karena seharusnya dilakukan di kecamatan. namun karena pada waktu itu alatnya tidak berfungsi. “Kenapa sampai kita kembalikan ke kecamatan, karena setiap perekaman itu seharusnya dilakukan di kecamatan. Namun karena pada waktu itu alatnya tidak berfungsi, jaringannya terganggu, alatnya ada yang rusak, sehingga kita ambil alih. Jadi perekaman itu dilakukan di kecamatan bukan di Capil,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk target wajib perekaman KTP itu sebanyak 155.192 ribu jiwa. Dari jumlah wajib KTP, sebanyak 147.602 jiwa yang sudah melakukan perekaman, sedang yang belum itu sekitar 7.602 jiwa. “Jadi target per September ini kami harus menyelesaikan wajib KTP 155.192 ribu jiwa namun yang baru tercapai itu 70 persen,” tandasnya.
Ia berharapkan, agar tahun depan Pemerintah Daerah dan pusat dapat memberikan bantuan alat perekaman KTP, agar seluruh warga bisa terdaftar. “Semoga nanti, ada bantuan dari Mendagri maupun dari pemerintah daerah untuk alat perekaman KTP,” tandasnya. (k2)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top