Anggaran Panwaslu Bombana Terkatung-katung – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Anggaran Panwaslu Bombana Terkatung-katung

KOLAKA POS, BOMBANA – Tahapan Pilkada Bombana resmi bergulir 19 Juli lalu, namun hingga saat ini Naskah Hibah Perjanjian Daerah (NPHD), untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bombana belum juga terakomodir.
Akibatnya, anggaran Panwaslu Bombana terkatung-katung. Tersendatnya NPHD tersebut, tentunya dapat mengancam proses pengawasan.
Ketua Panwaslu Bombana Darmawati, membenarkan jika hingga saat ini NPHD itu terhambat.
“Anggaran Panwaslu tidak mungkin cair bila ketua DPRD Andi Firman tidak menandatangani NPHD tersebut,” ujar Ketua Panwaslu Bombana Darma, di ruang kerjanya, kemarin.
Dari lima yang harus menandatangani NPHD itu, baru tiga pihak yang meluangkan kesediaannya untuk meneken NPHD tersebut. Mereka adalah kepala BPKAD, sekretaris Panwaslu, serta Sekda Bombana.
“Sementara Ketua DPRD Bombana Andi Firman belum. Sehingga NPHD itu belum kami ajukan ke bupati Bombana untuk ditindaklanjuti,” terangnya.
Darmawati juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan ketua DPRD Bombana. Namun, koordinasi itu mentok akibat ketua DPRD masih mempersoalkan penunjukan sekretaris Panwaslu, yang sudah disahkan oleh Bawaslu Sultra.
“Mentoknya disitu, sebab penunjukan sekretaris Panwaslu hari ini, bukan dari kami tapi dari pihak Bawaslu. Mereka yang memilih dari enam nama yang diusulkan ke Bawaslu,” katanya.
Meski begitu, Darma menjelaskan bahwa persoalan ini akan dijembatani oleh Sekda Bombana Burhanuddin A. HS Noy. “Itu kami sudah konsultasikan ke Sekda terkait ini. Dan beliau siap menjembatani persoalan ini,” ujarnya.
Sementara itu ketua DPRD Bombana saat ditemui di Rujab Bupati Rabu (22/7), membenarkan bahwa dirinya belum meneken NPHD tersebut. “Saya masih mempelajari dulu NPHD tersebut,”tandasnya. (k6)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top