Serapan Anggaran Kolut Melebihi Target – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Kolaka Utara

Serapan Anggaran Kolut Melebihi Target

KOLAKA POS, LASUSUA – Rapat koordinasi evaluasi pengendalian pembangunan se Sultra semester I tahun anggaran 2016, Kabupaten Kolaka Utara melebihi target yang diterapkan mencapai 37,05 persen dari target 35%.
Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud mengatakan, berdasarkan progres serapan anggaran yang setiap bulannya diupload melalui Tepra sampai dengan 30 Juni 2016 total serapan anggaran mencapai 37,05 persen melebih dari target sebesar 35 persen. “Realisasi serapan fisik mencapai 30,85 persen dari target 35,55 persen,”ujarnya.

Kondisi penyerapan Kata Rusda, bahwa anggaran di Kabupaten Kolaka Utara relatif sudah maksimal dan menunjukkan adanya pelampauan target sekitar 2,05 persen. Hal tersebut terjadi karena komitmenya dan seluruh SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dalam mengoptimalkan serapan anggaran, sesuai dengan target yang telah disepakati bersama. “Kami telah mendorong agar proses lelang melalui ULP dipercepat, serta mengusahakan percepatan pembayaran uang muka bagi rekanan atau pihak ketiga,” ungkapnya.
Sementara, lanjut Rusda, progress fisik sebesar 30,85 persen, sedikit lebih rendah dari target yang direncanakan sebesar 35,55 %, hal ini disebabkan karena para rekanan penyedia barang jasa masih rata-rata dalam pencairan uang muka.

Berdasarkan APBD Kolaka Utara Tahun Anggaran 2016, total penerimaan daerah diproyeksikan sebesar Rp 871.78 miliar, terdiri dari PAD sebesar Rp. 42,95 miliar, transfer sebesar Rp. 728,96 miliar dan Lain lain Pendapatan yang sah sebesar Rp.99,86 miliar

“Belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,064 Triliun yakni untuk Belanja tidak langsung sebesar Rp.461,40 miliar atau 43,37 persen yang dialokasikan untuk Belanja pegawai sebesar Rp.304,82 M, Belanja Non Pegawai atau Bantuan Sosial, ADD dan belanja tidak terduga sebesar Rp. 156,58 M,” terangnya.
Sementara belanja langsung sebesar Rp 602, 46 Miliar atau 56,63 persen yang meliputi Belanja pegawai sebesar Rp.25,25 Milyar, Belanja Barang & Jasa sebesar Rp. 173, 02 Miliar dan Belanja modal sebesar Rp.404,19 Miliar.

“Struktur APBD di atas, menunjukkan adanya defisit anggaran sebesar Rp. 192,068 Miliyar. Defisit ini akan ditutupi melalui penerimaan pembiayaan daerah, antara lain Penerimaan pembiayaan melalui SILPA sebesar,” pungkasnya. (cr2)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top