Ramai-ramai Pejabat BPMD Muna Diperiksa Kejari – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Ramai-ramai Pejabat BPMD Muna Diperiksa Kejari

Adanya Dugaan Korupsi Anggaran Studi Banding 124 Kades

KOLAKA POS, RAHA – Pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) Muna, ramai-ramai diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha, terkait dugaan penyalahgunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikeluarkan oleh 124 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Muna, untuk mengikuti studi banding ke Yogjakarta pada Desember 2015 silam.
Pasalnya, saat itu para kades diwajibkan menyetor uang Rp10 juta perorang, agar dapat mengikuti program dari BPMPD Muna itu. Alhasil, BPMPD Muna mengumpulkan dana yang bersumber dari APBD Muna tersebut sebesar Rp1,24 miliar. Jadi, dari jumlah dana yang fantastis itu, Kejari Raha mensinyalir bahwa sebagian dana studi banding itu ditarik oleh oknum BPMPD Muna. Akibatnya, Negara dirugikan atas ulah oknum BPMPD Muna tersebut.
“Pokoknya semua yang terkait di BPMPD diperiksa. Mulai dari Bendaharanya, Kepala BPMPD (La Palaka) dan Kepala Bidangnya (Nazaruddin Saga),” ujar Kasi Intel Kejari Raha La Ode Abdul Sofian, di ruang kerjanya.
Menurutnya, penyelidikan yang dilakukan oleh Kejari Raha terhadap adanya indikasi kerugikan uang negara dalam program BPMPD Muna itu, dimulai sejak Mei 2016 lalu. Nah, bulan ini statusnya dinaikan menjadi penyidikan. Namun sayang, Kasi Intel Kejari Muna itu enggan menyebutkan apakah sudah ada yang ditetapkan menjadi tersangka dan seberapa besar kerugian negara terhadap program studi banding tersebut.
“Satu bulan setengah itu. Dari penyelidikan menjadi penyidikan. Dinaikan statusnya menjadi penyidikan karena ada indikasi merugikan uang Negara. Hanya uji materi belum bisa kita sampaikan secara detail. Nanti setelah perhitungan oleh para ahli,” katanya.
Selain pejabat BPMPD Muna, lanjut La Ode Abdul Sofian, Kejari Raha juga memeriksa Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Ratna Ningsih, terkait kasus tersebut.
“Termasuk Kepala DPPKAD Ibu Ratna diperiksa pada Juni,” tandasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa acara pelepasan studi banding ke Yogjakarta 124 Kedes se-Kabupaten Muna itu dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muna, Nurdin Pamone, Jumat (4/9) tahun lalu, bersama asisten I Setda Muna, Drs Arman A.
Sementara itu Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) BPMPD Muna, Nazaruddin Saga menyebutkan, bahwa ada dua lokasi desa yang akan dijadikan tujuan studi banding pada saat itu, yakni desa Panggungharjo, kecamatan Sewon, kabupaten Bantul dan desa Karangrejo, kecamatan Wonosari, kabupaten Gunung Kidul.
Anggaran pemberangkatan 124 kades itu, Nazaruddin mengungkapkan, sumber dananya bersumber dari dana alokasi desa yang bersumber dari APBD Muna tahun 2015 yakni Rp10 juta per desa. Untuk kegiatan studi banding tersebut akan berlangsung selama lima hari, yang dimulai sejak 5 September hingga 10 September 2015. (m1)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top