Dua Desa di Bombana Terendam Banjir – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dua Desa di Bombana Terendam Banjir

Net/Ilustrasi

Net/Ilustrasi

KOLAKA POS, BOMBANA – Hujan lebat yang melanda Kabupaten Bombana sejak Senin (18/7) kemarin, mengakibatkan Desa Tanah Poleang dan Desa Tongkoseng terendam banjir. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam banjir yang merendam dua desa tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Bombana, Ridwan mengaku banjir yang merendam desa tersebut rata-rata ketinggian air mencapai 50-100 Cm.

Menurutnya, banjir di Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu dan Desa Tanah Poleang, Kecamatan Poleang Utara disebabkan intensitas hujan yang tinggi sejak dua hari terakhir. Khusus di Tanah Poleang, banjir menggenangi 119 rumah sementara di Tontonunu, terdapat 107 rumah yang terendam air. “Data tersebut berdasarkan hasil identifikasi kami dilapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bencana banjir di dua lokasi itu dipicu oleh beberapa faktor. Seperti di Tontonunu, banjir diakibatkan meluapnya air sungai Ee Moico, dimana sungainya telah terjadi pendangkalan atau sedimentasi sehingga hujan sedikitpun, airnya langsung meluap.

Dengan kondisi ini, Ridwan mengaku, sungai Ee Moico perlu untuk dilakukan normalisasi dan diperdalaman. Sama halnya dengan desa Tanah Poleang, banjir disebabkan karena saluran air yang tidak memadai.

Sementara itu, Camat Poleang Utara Andi Arsyad saat dikonfirmasi mengakui hal itu. Ia mengatakan, banjir yang melanda dua desa itu disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan tidak didukung dengan saluran yang memadai. “Sekitar satu jam banjir terjadi di Tanah Poleang, setelah itu, airnya juga langsung surut,” katanya.

Untuk menangani kondisi itu, Arsyad mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Bupati. Dia berharap agar segera dilakukan perbaikan atau revitalisasi drainase agar setiap hujan turun, airnya tidak meluap dan bisa terbuang hingga ke sungai. Akibat bajir tersebut, 100 lebih rumah warganya terendam dan menyebabkan berbagai perabot rumah tangga mereka mengalami kerusakan

Lanjutnya,meski tidak ada korban jiwa,namun bencana ini harus menjadi prioritas pemerintah dalam penanggulangannya,”ini dilakukan agar bencana ini tidak menjadi langganan desa itu,”katanya (K6)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top