Delapan Patriot Energi Dikirim ke Laonti – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Delapan Patriot Energi Dikirim ke Laonti

Persiapkan Pengelolaan PLTS

 Personel patriot energi saat berkunjung di kantor bupati Konsel.FOTO : Syaprudin/Kolaka Pos

Personel patriot energi saat berkunjung di kantor bupati Konsel.FOTO : Syaprudin/Kolaka Pos

KOLAKA POS, ANDOOLO – Adanya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di Konawe Selatan (Konsel), membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menempatkan personel pendamping masyarakat (patriot energi), yang bertugas membantu masyarakat dalam mempersiapkan pengelolaan PLTS.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Konsel melalui Kepala Seksi Pengusahaan Listrik dan Energi, Hasna Diniharja menjelaskan, para pendamping PLTS ini sebanyak delapan orang yang ditempatkan di Konsel, bertugas mengawasi tujuh titik PLTS yang sementara dibangun di kecamatan Laonti.
“Tujuh titik itu yakni desa Ulusawa, Rumbi Rumbia, Woru-woru (dusun 1 dan 2), Woru-woru (dusun 3 dan 4), Puundiranga, Wandaeha, Tambeanga (dusun 4) dan Tambeanga (dusun 1, 2 dan 3),” rincinya.
Tujuan patriot energi itu, lanjutnya, selain pendamping PLTS mereka juga pemberdayaan masyarakat, baik pembelajaran masalah PLTS ataupun pemberdayaan anak-anak SD yang belum tahu Bahasa Inggris, begitu juga masalah budaya mereka ajarkan.
“Untuk tahun ini patriot energi berada di Konsel selama satu tahun dengan jumlah delapan orang, sementara untuk tahun lalu cuma berjumlah tiga orang selama lima bulan. Juga di kecamatan Laonti desa Ulusawa, Sangi-sangi dan Labota One,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk pembangunan PLTS yang sudah dibangun di kecamatan Laonti, sudah terdapat 14 PLTS.
Dinas Pertambangan Konsel berharap dengan kedatangan mereka, bisa mensosialisasikan PLTS kepada masyarakat. Karena masyarakat berpikir tenaga surya ini bisa digunakan selama 24 jam, sehingga pihaknya berharap di desa-desa yang menggunakan PLTS ini, jangan digunakan 24 jam.
“Sebenarnya bisa digunakan 24 jam, hanya saja kapasitasnya kalau dipakai 24 jam maka batreinya akan cepat drop. Kalau persolan biasa tentu bisa, kalau maksimalnya itu hanya 12 jam saja,” paparnya.
Sementara itu, koordinator kelompok patriot energi untuk Konsel Taufik membenarkan hal tersebut, bahwa tujuan mereka di Konsel dalam rangka patriot energi program dari Kementerian ESDM untuk dareah tertinggal dan terpencil.
“Jadi kami kesini sebagai pemberdayaan masyarakat, pendampingan masyarakat dibidang energi PLTS. Untuk Konsel itu kita ditempatkan di kecamatan Laonti di tujuh titik, sedangkan untuk Sulawesi Tenggara ada empat lokasi, yakni Konsel, Kolaka, Buton dan Bombana,” bebernya.
Dipilihnya Laonti, karena akses darat disana tidak ada. Selain itu, PLN juga sejak 10 tahun terkahir belum bisa masuk. Jadi untuk penyediaan listrik disana jalan satu-satunya adalah PLTS. (k5)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top