Kontribusi Pendapatan PRM Kolaka Minim – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Kontribusi Pendapatan PRM Kolaka Minim

targetKOLAKA POS, KOLAKA – Pasar Raya Mekongga (PRM) Kolaka seyogyanya mampu menggenjot penerimaan dan pendapatan kas daerah kabupaten Kolaka, dari berbagai retribusi yang ada. Akan tetapi, fakta yang terjadi di lapangan kontribusi penarikan retribusi di PRM minim. Hal itu terungkap dalam rapat yang digelar di kantor PRM tersebut oleh Kepala Bidang Retribusi Dinas Pendapatan Daerah, Ukkas, dengan pihak pengelola PRM.
Dalam rapat tersebut, terungkap seharusnya setoran pendapatan dari retribusi PRM mencapai 2 juta rupiah perhari, dengan asumsi jika 1.442 Kios yang ada di PRM itu membayar retribusi antara Rp2 ribu hingga Rp3 ribu perhari. Sehingga jika dikalikan dalam sebulan setoran bisa mencapai Rp60 juta. Namun, nyatanya dalam sebulan setoran retribusi PRM hanya bisa mencapai Rp16 juta perbulan.
“Ada 1.442 kios di Pasar ini, jika membayar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu perhari dari situ pendapatan mencapai Rp2 juta perhari, tetapi kenapa bisa tidak tercapai? Inilah yang kita mau cari tahu, terus terang ini juga menjadi sorotan wartawan dan LSM, makanya kita rapat mau cari tahu apa penyebabnya di lapangan, bagimana proses penagihannya, karena yang lebih tahu pasti orang yang di lapangan,” papar Ukkas,
Ukkas juga meminta Kepala Pasar untuk betul-betul mengkoordinir para petugas pemungut retribusi di PRM dan mengevaluasinya. “Mulai hari ini (kemarin, red) saya minta nama-nama petugas pemungut ini harus aktif, bukan hanya sekedar nama saja, saya meminta Kepala Pasar untuk mengkoordinir semua petugas pemungut dan dilakukan evaluasi, saya tidak mau tahu ada banyak nama tetapi tidak ada hasil. Memang saat ini tidak ada pengangkatan pegawai honorer sehingga tidak ada honor bulanan yang diharapkan, tetapi kami akan terus cari solusinya, tidak mungkin begini terus, hanya saja kita mau evaluasi dulu, kriterianya adalah loyalitasnya, kejujurannya dan kedisiplinannya,” papar Ukkas.
Menanggapi Hal itu, Kepala PRM Muh. Nasiruddin Natsir mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyetoran retribusi pasar berkurang atau tidak mencapai target, terutama dari para pedagang yang dianggapnya membangkang tidak mau membayar kewajibannya dengan berbagai alasan.
“Intinya banyak pedagang yang kapatuli atau kepala batu, contohnya saja ada sebagian besar pedagang hanya mau bayar seribu perhari padahal kiosnya ada dua bahkan sampai tiga petak, bahkan ada yang lima petak, tetapi dia membayar hanya satu atau dua saja perhari dengan alasan kurang atau tidak ada pembeli, jadi ini sebenarnya yang juga membuat kurang pendapatan,” papar Nasiruddin.
Selain itu, dari hasil peninjuannya, bahwa ada banyak kios, losd dan toko yang tertutup dan tidak ada aktivitas jual beli, sehingga mereka tidak bisa ditagih. Pedagang yang menutup tokonya tersebut beralasan bahwa situasi dan kondisi ekonomi saat ini tidak stabil sehingga ada pedagang malas berjualan dan memilih menutup tokonya.
“Apalagi dengan tertutupnya tambang, ini juga mengurangi jumlah pengunjung pasar, inilah yang dikeluhkan para pedagang situasi dan kondisi ekonomi saat ini tidak stabil, katanya sepi pengujung pasar,” tuturnya.
Hal lain yang menjadi alasan berkurangnya PAD dari PRM ini, kata Nasiruddin, adalah maraknya pasar-pasar tandingan dan pasar-pasar liar. “Ada Pasar tandingan di pelelangan ikan sana, selain itu banyak juga pasar-pasar liar seperti dibeberapa pinggir jalan di kelurahan Laloeha, Tahoa, Balandete dan Sabilambo, itu juga mempengaruhi kondisi pasar saat ini, pasar-pasar liar tersebut tidak membayar retribusi dan lainnya sehingga tidak menambah setoran PAD,” ujarnya.
Tak hanya itu, Kepala PRM juga mengeluhkan ruko-ruko di sekitar pinggiran PRM yang tidak membayar retribusi, padahal keberadaan mereka di depan, samping kiri dan kanan pasar.
Nasiruddin juga menambahakan bahwa berbagai upaya telah dilaksanakan pihaknya untuk menggenjot setoran di PRM, namun lagi-lagi selain faktor-faktor yang dipaparkannya, dirinya juga menyayangkan hingga saat ini Pemda belum mengeluarkan Surat Keputusan dan Nota Tugas bagi dirinya dan beberapa pegawai penagih Pasar.
“Bagaimana kita mau tegas (menagih, red), SK dan nota tugas saja belum terbit, ini yang kami minta sebagai pegangan bertugas untuk bertindak tegas, lihat saja atribut tanda pengenal untuk petugas penagih pasar tidak ada sama sekali, makanya saya minta itu juga dibuatkan,” ujarnya.
Bahkan dirinya juga mengungkapakan hingga saat ini ada beberapa petugas penagih retribusi dan sewa kontrak belum dibayarkan upahnya. (cr4)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top