Kejari Raha Tunggu Laporan Masyarakat – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Kejari Raha Tunggu Laporan Masyarakat

Terkait Dugaan Korupsi di Desa Wuna

KOLAKA POS, RAHA – Menyikapi adanya dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), yang terjadi di desa Wuna, kecamatan Barangka, kabupaten Muna Barat, pada tahun anggaran 2015 lalu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha La Ode Abdul Sofian, mengitruksikan masyarakat agar dapat melaporkan kejadian tersebut ke Kejari Muna. Sebab, Kejari Muna belum mendapatkan informasi bahkan laporan terkait adanya dugaan penyelewengan penggunaan DD dari APBN dan ADD dari APBD 2015 yang terjadi di desa tersebut.
“Sumber informasinya itukan belum pernah kita dapat. Jadi silahkan dari masyarakat itu, kalau ada dugaan penyimpangan silahkan melaporkan itu, secara tertulis dengan data-datanya,” ujar La Ode Abdul Sofian pada Kolaka Pos saat di temui di ruang kerjanya, Senin (18/7).
Menurutnya, setelah Kejari Raha menerima laporan atas dugaan penyelewengan anggaran DD dan ADD tersebut, Kejari Raha akan menindaklanjuti laporan warga tersebut.
“Bagaimana kita mau menindaklanjuti kalau tidak ada laporan toh? Kalau sudah ada, pasti kita akan tindaklanjuti untuk diproses,” tandasnya.
Untuk diketahui, tahun lalu kepala desa Wuna Mukadas, melakukan pengerjaan proyek sumur gali sebanyak 14 unit. Dalam satu unit sumur gali itu di anggarkan Rp 12 juta. Akan tetapi, pada saat itu Mukadas mengalokasikan total anggaran untuk pembuatan sumur gali tersebut sebesar Rp300 juta.
Alokasi anggaran yang digunakan untuk proyek sumur gali itu menggunakan anggaran APBD melalui dana ADD sebesar 92 juta dan anggran APBN melalui dana DD sebesar Rp241 juta. Pasalnya, saat di konfirmasi, Mukadas membenarkan hal tersebut. Bahkan menurutnya dari dana Rp 300 juta itu, masih mempunyai sisa sekitar Rp41 juta.
Jika di kalkulasikan, penggunaan anggaran sumur gali tersebut yakni Rp 12 juta dikali 14 unit sumur gali sama dengan Rp 168 juta. Maka Rp 168 juta itu di kurangi Rp 300 juta sama dengan 132 juta.
Jadi, sisa uang negara yang digunakan untuk penggalian sumur itu harusnya Rp 132 juta. Namun Kades Wuna itu mengatakan bahwa sisa dana penggalian sumur gali tersebut tinggal Rp 41 juta saja.
Parahnya lagi, hingga 2016 ini, Mukadas belum melampirkan laporan pertanggung jawaban (LPJ) pengerjaan proyek sumur galinya itu ke BPMD untuk dipertanggungjawabkan. (m1)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top