Dua Kecamatan di Kolut Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dua Kecamatan di Kolut Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

KOLAKA POS, LASUSUA – Dua kecamatan di Kolaka Utara yakni kecamatan Lasusua dan Ngapa, kini ditetapkan sebagai zona merah, karena menjadi sasaran empuk peredaran narkoba.
Pemberikan zona merah atau daerah rawan peredaran narkoba oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kolaka Utara, karena dua kecamatan tersebut merupakan daerah yang paling banyak menyumbang pengedar maupun pemakai narkoba di Bumi Patampanua.
Kepala BNK Kolut, Drs. Buhari Hamid, MM mengungkapkan, dari penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian. Kecamatan Lasusua dan Ngapa yang paling sering ditemukan pengguna atau pengedar barang haram tersebut.
“Dua kecamatan ini merupakan sentral perputaran ekonomi yang paling besar di Kolut, dibarengi dengan padatnya penduduk membuat dua kecamatan tersebut menjadi sasaran empuk para bandar ataupun pengedar narkoba,” ujar Buhari.
Menurutnya, dari data yang ada penangkapan pengguna maupun pengedar narkoba di Kolut setiap tahunnya meningkat. Di tahun 2014 ada 16 kasus, tahun 2015 18 kasus dan tahun ini hingga Juli ada 10 kasus dan dua kecamatan ini penyumbang pelaku narkoba rata-rata diatas tiga orang.
“Dimungkinkan tahun 2016 ini akan kembali naik kasus narkoba, mengingat sampai dengan Juli ini sudah 10 kasus narkoba yang berhasil diungkap aparat kepolisian. Beberapa waktu lalu, aparat juga telah mengamankan oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang ketahuan menyimpan narkoba jenis sabu. Namun datanya belum masuk di BNK sehingga masuk bulan Juli ini sudah 11 kasus,” bebernya.
Alumni IPTDN ini menambahkan, BNK saat ini terkendala dengan minimnya fasilitas penunjang untuk melakukan tes urine, sehingga tes urine hanya dapat dilakukan pihak rumah sakit.
“Pada tahun 2015 lalu, telah dilakukan tes urine untuk PNS eselon II dan eselon IV dan hasilnya negatif, tidak ditemukan pejabat yang mengkomsumsi narkoba,” ungkapnya.
Pemeriksaan tes urine itu merupakan himbauan dari badan narkotika nasional (BNN,) yang suratnya itu tebusan Menteri Dalam Negeri yang langsung ke Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga daerah wajib melakukan tes urine.
Untuk meminimalisir peredaran narkoba, BNK melakukan sosialisasi serta razia yang bekerjasama dengan kepolisian, yang akan dilakukan di lima titik yang paling rawan, yakni perbatasan kabupaten Kolaka dan Kolut di Watutoru, kecamatan Wawo, Kecamatan Lasusua di hotel dan rumah kos, pelabuhan Tobaku di kecamatan Katoi sebagai pelabuhan masuk, Kecamatan Ngapa dan di perbatasan antar provinsi Sulsel dan Sultra di kecamatan Tolala.
“Untuk tahun ini BNK telah melakukan sosialisasi bahaya narkoba di 12 kecamatan, melibatkan narasumber dari kalangan toko agama, pihak kesehatan, tokoh adat, pendidikan dan masing-masing narasumber ini berbicara sesuai bidangnya,” paparnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, keterlibatan masyarakat untuk memberikan informasi terkait adanya peredaran narkoba, melarang pemakai dan pengedar berada di lingkungan masyarakat, serta melaporkanya kepihak yang berwajib sangat dibutuhkan. Ini harus dilakukan untuk menghambat ruang gerak narkoba, agar warga tidak menjadi korban narkoba yang bisa merusak generasi muda. (k2)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top