Cari Keadilan, Indra Aswan Keliling Indonesia dengan Jalan Kaki – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Cari Keadilan, Indra Aswan Keliling Indonesia dengan Jalan Kaki

Perjalanan Panjang “Sang Pencari Keadilan”
Indra Azwan- Berjalan kaki keliling Dari sabang sampai Maraoke

Indra Azwan saat berada di Kendari. 22 Provinsi di Indonesia telah didatangi untuk mencari keadilan atas tragedi yang menimpa anaknya.FOTO : Asbar/Kolaka Pos

Indra Azwan saat berada di Kendari. 22 Provinsi di Indonesia telah didatangi untuk mencari keadilan atas tragedi yang menimpa anaknya.FOTO : Asbar/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KENDARI – Indra Azwan, Warga Blimbing, Malang, Jawa Timur, terus mencari keadilannya atas tragedi yang menimpa anaknya, Rifki Andika (12), tahun 1993 lalu. Proses pencarian keadilan tersebut sudah sekitar 23 tahun lamanya. Akhir pekan kemarin Indra Azan tiba di di Kota Kendari.
Tepatnya 8 Februari 1993 tragedi telah menimpa Indra Azwan dan keluarganya atas meninggalnya anak kandungnya yang bernama Almarhum Rifki Andika, Warga Kota Malang, Jawa timur Dalam Usia 12 Tahun, dalam kecelakaan lalu lintas Di jalan Letjen. S. Parman di Kota Malang, Jatim yang dilakukan oknum perwira kepolisian.
Namun hingga saat ini kasus itu masih menggantung, Itu yang membuatnya kembali menjalani ritual berjalan kaki ke seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk mencari keadilan. Ia berjalan sejak 9 Februari 2016 lalu mulai dari Aceh-Medan, kini ia sampai di kota Kendari dengan tujuan untuk menemui Gubernur Sultra agar menyampaikan permasalahannya serta pesannya kepada warga mengenai musibah tyang menimpa keluarganya, lantaran merasa tidak memperoleh rasa keadilan selama tahapan dan proses gukim berjalan.

Indra Azwan mengatakan, dirinya pernah menempuh jalur hukum pada tahun 1993 terkait kasus yang menimpa anaknya, namun baru mendapat tanggapan dari pihak Denpom V-3 Kota Malang pada tahun 2004 dan akhirnya perkara itu baru disidangkan pada tahun 2006. Kemudian dilanjutkan pada sidang kedua pada tahun 2008 dan oleh pengadilan militer Surabaya. Namun melalui auditor tinggi III Surabaya yang menyatakan jika perkara tersebut telah kadaluwarsa dan terdakwa dinyatakan terdakwa bebas dari perkara dan tuntutan hukum.

“Atas putusan Pengadilan Militer III Katim ini menyebabkan perjuangannya terhadap kasus yang menimpa anaknya telah kandas untuk memperoleh keadilan yang notabene sebagai negara hukum. Jadi sampai saat ini saya belum belum merasakan keadilan. Sehingga saya berupaya menyuarakan terhadap permasalhan hukum yang telah dialaminya selama ini,” terangnya.

Meski sempat kandas, namun Indra tidak putus asa, sehingga menempuh kembali jalur hukum melalui peninjauan kembali terkaik masalah tersebut di MA. Namun saat itu MA RI melalui keputusannya No 08PK/MIL/2014 menolak seluruh isi PK terhadap perkara yang diajukan olehnya.
“Apakah masih ada keadilan di negeri ini ? dan yang dirasakan hingga kini betapa beratnya secuil keadilan untuk rakyat kecil. Haruskah perkara itu diulur-ulur proses hukumnya (masa mengambang) hingga nenjadi kadaluwarsa dan haruskah sampai selarut itu perkara ini sampai tak kunjung usai dan berbelit-belit,” terangnya.

Menurutnya, kasus tabrak lari yang menimpa anaknya hanyalah sebagian kecil kasus hukum yang dialami rakyat jelata.
“Kasus tabrak lari Mati Putra sulung saya bernama Almarhum Rifki Andika, Hanyalah salah satu bagian terkecil terhadap kasus-kasus hukum yang menimpa rakyat kecil di negeri ini. masih banyak kasus-kasus kekerasan lainya yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian yang belum terungkap dan lebih miris lagi di hati rakyat jika tidak tersentuh hukum dinegeri ini. Sudah 23 tahun saya berjuang untuk almarhum anak saya, dan Sulawesi Tenggara adalah provinsi yang ke 22 saya kunjungi di Indonesia untuk menemui menyampaikan masalah ini kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam dan masyarakat Kota Kendari. tentang ketidak adilan dihadapan publik,” tandasnya. (k1)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top