Salah Pasangan, Bersiap “Gigit Jari” – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Salah Pasangan, Bersiap “Gigit Jari”

Menanti Figur Pendamping Ulfa di Pilkada Kolut

Ilustrasi-pilkadaKOLAKA POS, LASUSUA – Perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Kolaka Utara (Kolut) semakin dekat, seiring hal itu suhu politik Kolut yang awalnya tak terlihat riak kini mulai menyeruak dan memanas. Nah, saat-saat seperti ini tentunya menjadi momen krusial bagi para calon kepala daerah, khususnya dalam memilih pasangan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Sebab, jika salah memilih pasangan maka siap-siap “gigit jari”.

Sejumlah kalangan mencoba memprediksi sejauhmana dan siapa pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang memang memiliki peluang paling besar dan pas untuk menjadi pemimpin Kolut kedepan, sehingga bisa mewujudkan harapan masyarakat menuju Kolut yang lebih baik.

Menariknya, dari sejumlah Paslon yang secara terang-terangan sudah mendeklarasikan diri, sisa Ulfah Haeruddin yang pasangannya masih menjadi teka-teki.

Menurut pengamat politik Torasline, peta politik di Pilkada Kolut kini bisa diprediksi. Misalnya saja, bila Ulfa berpasangan dengan Burhanudin, maka persentase kemenangan mereka tak bisa menandingi Paslon Nur Rahman dan Abbas.

Jika Ulfa berpasangan dengan Agusdin, belum juga bisa menyaingi Paslon Boby-Maksum dan Nur Rahman-Abbas yang memiliki kekuatan seimbang.

Lain halnya bila Ulfa berpasangan dengan Jafar, maka tingkat penerimaan masyarakat akan melejit jauh dari beberapa pesaingnya.

“Tak bisa dipungkiri, saat ini persentase tingkat elektabilitas Ulfa menurun. Sebab, saat ini pendukung telah mendapat informasi jika nama pasangan yang akan disandingkan dengan Ulfa yakni Burhanuddin. Sebenarnya, peran geo politik (keterwakilan, red) sangat menentukan terjadi perubahan komposisi perolehan suara dari masing-masing calon. Yang mana Agusdin dan Jafar akan mempengaruhi keterwakilan kecamatan Ngapa, dimana kecamatan Ngapa merupakan kecamatan dengan wajib pilih terbesar kedua di Kolaka Utara,” jelasnya.

Ia menambahkan, peranan mesin partai juga sangat menentukan, karena dengan memilih Jafar atau Agusdin yang notabene kader PDIP, maka mesin partai akan bekerja secara maksimal, jika
dibandingkan yang terpilih sebagai wakil diluar dari kader PDIP.

“Perlu juga diingat, perolehan suara Jafar (DPRD Provinsi) lebih tinggi dari Agusdin (DPRD Kabupaten) karena Jafar mempunyai basis massa militan dibanding Agusdin, dan Jafar merupakan
kader yang lolos dengan perolehan suara terbanyak secara perorangan pada pemilihan
legislatif periode lalu, dan basis massa beliau (Jafar, red) tidak terfokus di kecamatan Ngapa saja, tetapi tersebar diseluruh kecamatan karena didukung penuh oleh masyarakat maupun penjual pulsa atau pemilik counter yang ada di Kolut, karena beliau adalah satu-satunya dealer operator celular yang ada di Kolaka Utara. Dengan demikian Jafar mempunyai pendukung lintas suku, agama dan ras,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tiga Paslon yang digadang-gadang bakal bertarung di Pilkada Bumi Patampanua sudah tetap (deklarasi) sisa Paslon Ulfa yang belum tetap, jadi siapa pasangan yang bisa berkontribusi untuk Ulfa? Menarik untuk ditunggu kejutannya. (cr2)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top