Pemberian Nama Gerbang Makam Sangia Nibandera Diprotes – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Pemberian Nama Gerbang Makam Sangia Nibandera Diprotes

Pintu Gerbang menuju Makam Sangia Nibandera yang diprotes.FOTO  : Mirwanto/Kolaka Pos

Pintu Gerbang menuju Makam Sangia Nibandera yang diprotes.FOTO  : Mirwanto/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA – Pemberian nama di bangunan pintu gerbang yang terletak di Kelurahaan Kowioha yang bertuliskan “MAKAM SANGIA NIBANDERA” yang dibangun oleh Pemda Kolaka melalui proyek dinas Kebudayaan dan Pariwista digugat sejumlah pihak, karena dianggap kurang tepat.

Salah satunya datang dari tokoh masyarakat setempat yaitu Nasruddin Jaya. Menurutnya tulisan tersebut dianggapnya kurang tepat sebab dengan tulisan “Makam Sangia Nibandera” seakan-akan menunjukan gerbang tersebut merupakan kuburan tempat Raja Mekongga Sangia Nibandera dimakamkan. Padahal makam tersebut terletak kurang lebih dua kilometer dari gerbang tersebut.
“Tidak salah sebenarnya, tetapi kurang tepatlah menurut saya, dimana-dimana itu kalau bertuliskan makam berarti sudah disitulah makamnya. Sementara makamnya masih jauh disana, dua kilo lagi, dan ada tiga desa yang yang dilewati baru sampai, ” tuturnya.

Lanjutnya dengan penamaan gerbang tersebut, akan memberi kesan yang kurang bagus dan juga membingungkan. “Kalau bagi masyarakat yang sudah pernah melihat makam sangia Nibandera itu tidak jadi masalah, tapi bagi yang tidak pernah melihatnya atau berkunjung, mereka tentu akan bertanya-tanyaa apakah betul jasad raja Sangia Nibandera berada di bawah gerbang tersebut?, tentunya ini akan memberi kesan yang kurang bagus karena makam seorang raja yang diagungkan hampir setiap hari diinjak dan dilalui oleh kendaraan,” paparnya.
Kritikan juga datang dari salah satu tokoh dan pemerhati budaya Kabupaten Kolaka, Munaser Arifin yang juga merupakan Wakil Raja Mekongga yang terpilih pada musyawarah adat 2014 lalu. Menurut Munaser penamaan nama gerbang tersebut perlu ditinjau ulang. “Kalau pengalaman yang saya lihat dan perhatikan pada kompleks makam raja-raja maupun para Wali di Jawa, maka sebelum masuk di wilayah lokasi makam kita akan melalui gerbang yang bertuliskan “Gerbang Makam Raja ini atau Selamat Datang di Makam Raja ini atau Cagar Budaya Nasional Raja bla-bla-bla….” jelas tokoh masayarakt yang masih aktif sebagai PNS di BKD Kolaka tersebut.

Selain itu dari pengamatannya di gerbang tesebut, yang kurang tepat juga terdapat ornament aksesoris yang tergambar di pintu gerbang tersebut dianggapnya menyimpang atau tidak sesuai dengan motif aslinya. “Selain nama gerbang maka penempatan detail ornament aksesoris adat berupa tabere atau timbawo harus mengacu pada tabere peninggalan raja Sangia Lombo-Lombo yang dikembangkan oleh Bokeo More pada tahun 1838 yang seperti diterapkan pada rumah adat Mekongga dan kantor Bupati Kolaka, kalau dipintu gerbang itu menyimpang atau tidak sesuai,” jelasnya.

Lanjutnya bentuk gambar atau motif Tabere mempunyai arti tersendiri sehingga tidak boleh sembarangan dalam menerapkannya.”Semua bentuk gambar pada tabere mempunyai arti secara simbolik begitu juga dengan ornament pada Timbawo adalah merupakan simbol adat yang mempunyai pengertian tersendiri, Kalau ornamnentnya menyimpang dari ornament aslinya maka maknanya akan berbeda dan tidak mempunyai arti secara simbolik,” ungkapnya.

Dijelaskannya pula, secara khusus pada tabere cuma terdapat tiga ornament yaitu Kongga (Burung Elang), Karambau (Kerbagu), dan Buru Mbaku (daun Pakis). Sementara di ornament di pintu gerbang tersebut tidak menunjukkan ke tiganya.

Untuk itu Munaser berharap penamaan dan penempatan motif ornament tersebut sebaiknya dimuswarahkan kepada orang yang lebih paham gara nantinya tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. “Sudah mereka turunkan memang, tapi sebelumnya tulisannya ada, sehingga saran saya baiknya penamaan nama gerbang tersebut dimusyawarahkan dulu, baik dari tinjauan segi estetika budaya maupun tata bahasa karena berkaitan dengan makam seorang Raja yang diagungkan yaitu Raja Mekongga,” ujarnya.

Akibat kritikan tersebut pantauan dari Kolaka Pos, di Gerbang tersebut tulisan makam akhirnya diturunkan dan tidak terlihat lagi.(cr4)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top