Dua PNS Konsel Dipecat – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dua PNS Konsel Dipecat

62 Orang Kena Sanksi

Bupati saat berjabat tangan dengan seluruh PNS usai apel pagi.FOTO : Saprudin/Kolaka Pos

Bupati saat berjabat tangan dengan seluruh PNS usai apel pagi.FOTO : Saprudin/Kolaka Pos

KOLAKA POS, ANDOOLO – Dua PNS Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) harus menelan pil pahit pada saat masuk kerja perdana usai libur hari raya idul fitri. Dua PNS ini yakni Saparudin, A.md. dan Rusmayanti Eka Putri, dipecat pada hari pertama masuk kerja pasca libur hari raya Idul Fitri.

Saparudin, A.Md golongan II C dengan NIP 19770914 2008011007 bertugas di dinas pendidikan dan kebudayaan (PK), diberhentikan secara tidak terhormat setelah tersandung kasus korupsi dana sertifikasi guru. Dimana dari putusan pengadilan Tipikor telah divonis empat tahun kurungan penjara. Hal ini berdasarkan keputusan bupati Konsel nomor 883/998 tentang pemberhentian dari PNS.

Sedangkan Rusmayanti Eka Putri yang berpangkat golongan II C dengan NIP 198309152007012006 ini bekerja sebagai staf di kecamatan Moramo Utara, dipecat dengan hormat dari PNS karena melanggar melebihi 46 hari tidak berkantor selama setahun. Pemecatan itu berdasarkan surat keputusan bupati Konsel nomor 880/993 tahun 2016 tentang pemberhentian secara terhormat dari PNS atas yang bersangkutan.

Tidak hanya itu, sebanyak 62 PNS lainnya, juga mendapat sanksi bervariasi, mulai dari penurunan pangkat, penundaan kenaikan pangkat, penundaan kenaikan gaji berkala, pernyataan tidak puas dan teguran tertulis.

Dari 62 PNS yang disanksi itu, satu diantaranya adalah Eman Jaya yang merupakan pejabat eselon II bagian staf ahli pemerintahan Pemda Konsel. Ia mendapat sanksi penurunan pangkat selama setahun. Yakni dari golongan 4B menjadi 4A.

Bupati Konsel mengungkapkan, pemecatan itu dilakukan dalam rangka menerapkan aturan kedisiplinan PNS.

“Jadi kita menjalankan aturan, karena 46 hari tidak masuk kantor selama setahun ya kita pecat,” ungkapnya.

Menurut dia, pemberhentian terhadap kedua PNS malang itu ada batas tenggang selama 15 hari untuk melakukan pembelaan dan gugatan.

“Jadi pemberhentian ini ada batas tenggang selama 15 hari untuk menggugat. Kan ada dua orang, selebihnya diberi teguran keras. Kalau tidak ada gugatan maka itu secara otomatis seterusnya,” imbuhnya.

Pihaknya berharap dengan adanya sanksi tersebut, dapat dijadikan perhatian dan pelajaran bagi PNS yang lain. Karena mungkin selama ini hanya berupa teguran saja, jadi dianggap sepele namun hari ini kita buktikan dengan sanksi yang lebih serius.

“Saya berharap setelah ini bisa ada perhatian bagi PNS lain untuk lebih ditingkatkan lagi kedisiplinan. Karena saya yakin, selain yang dua orang ini masih ada yang akan menyusul dan itu akan kami proses,” harapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Plt BKD Konsel Dra Yuliana, MM, sejumlah PNS yang dipecat dan diberi teguran keras itu adalah hasil evaluasi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Setelah hari ini, bulan depan lagi akan ada yang dipecat. Kita masih akan terus evaluasi kedisiplinan PNS ini. Kali ini baru dua PNS dan 62 diberi sanksi,” katanya.

Lebih lanjut, sejumlah PNS yang masih diberi sanksi dan teguran keras itu rata-rata memiliki pangkat.

“Selain eselon II ada juga yang dari kabag-kabag eselon III. Termasuk pejabat nonjob setelah ada pengembalian jabatan beberapa waktu lalu,” paparnya.

Ditambahkannya, ia menilai dari laporan tingkat kehadiran masih banyak SKPD yang seakan melindungi stafnya.

“Masa ada absen terisi semua, maka dari itu kami akan tetap telusuri PNS yang suka malas. Selanjutnya kita beri sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. (k5)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top