Reses, DPRD Kolut Banyak Terima Aspirasi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Kolaka Utara

Reses, DPRD Kolut Banyak Terima Aspirasi

Suasana Reses yang digelar DPRD Kolut.FOTO : Rusman/Kolaka Pos

Suasana Reses yang digelar DPRD Kolut.FOTO : Rusman/Kolaka Pos

KOLAKA POS, LASUSUA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Utara memasuki masa reses sidang ke-II tahun 2016 di mulai di daerah pemilihan (Dapil) I, yakni Kecamatan Wawo, Ranteangin dan Kecamatan Lambai pada. Dari reses di dapil I anggota perwakilan rakyat banyak menerima aspirasi dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tidak di libatkan para Kepala Desa (Kades) dalam setiap perencanaan kegiatan pembagunan desa.
“Reses kemarin itu Kita banyak menerima asprirasi dari BPD yang tidak dilibatkan dalam program pembagunan desa,’’ ujar kordinator reses, Tasrim kepada Kolaka Pos
Menurutnya, BPD merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Desa sesuai Peraturan.
“Masih banyak Kades yang tidak mengerti dan paham tentang keberadaan BPD. Sehingga dalam pengambilan setiap keputusan Kades dan membuat peraturan desa (Perdes) tidak melibatkan BPD. Fungsi dari BPD ialah menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa” kata Ketua DPD PAN Kolut yang baru terpilih ini.
Lanjut dia katakan, banyak masyarakat yang mengusulkan agar para pelaksana Kades yang akan berakhir masa tugasnya pada bulan April untuk dilakukan evaluasi.
“Masyarakat meminta pada Bupati, untuk melakukan evaluasi terhadapap para Kades yang akan berakhir masa tugasnya pada bulan April terutama pelaksana desa yang semua dari pegawai negeri sipil (PNS). Dan percepatan pemilihan kepala desa (Kades),’’ terangnya
Dirinya menambahkan untuk usulan peningkatan dan percepatan pembanguan jalan desa atau pengaspalan banyak juga di temui terutama desa yang jalanya masih berupa jalan pengerasan.
“Peningkatan infastruktur jalan pedesan yakni pengaspalan itu banyak usulan yang kita terimah dari masyrakat. Namun banyak juga masyrakat dan Kades yang mengeluhkan banyaknya proyek yang masuk di desa tidak memiliki papan proyek bahkan proyek masuk desa tanpa sepengetahuan Kades atau Camat,” tambah Tasrim. (k2)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top