Permukiman di Lalonggolosua Dibangun Drainase – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SAFARI DESA

Permukiman di Lalonggolosua Dibangun Drainase

 

Kepala Desa Lalonggolosua, Jaelani Hasan, saat melakukan monitoring pembangunan drainase di wilayahnya.FOTO : Hasrul/Kolaka Pos

Kepala Desa Lalonggolosua, Jaelani Hasan, saat melakukan monitoring pembangunan drainase di wilayahnya.FOTO : Hasrul/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA – Sebagai salah satu desa yang memiliki topografi di daerah rendah selama ini, sejumlah permukiman warga di Desa Lalonggolosua, kecamatan Tanggetada, telah menjadi sasaran dan langganan air saat memasuki musim hujan. Beruntung, saat ini pemerintah telah mengalokasikan bantuan dana, melalui pos dana desa dari pemerintah pusat dan dana alokasi desa (ADD), dari pemerintah daerah Kolaka yang sebagian besar dari dana tersebut dimanfaatkan, dalam membangun sejumlah infrastruktur desa yang salah satunya adalah bangunan drainase.

Kepala Desa Lalonggolosua, Jaelani Hasan mengatakan, salah satu solusi yang harus ditempuh dalam meminimalisir terjadinya kerusakan, yang diakibatkan oleh meluap dan tergenangnya air selama ini di Lalonggolosua. Dengan bangunan ini kata dia, air yang selama ini masuk ke rumah warga serta menggenangi areal perkebunan, dapat dialirkan menuju ke laut.

“Drainase ini dibangun lantaran sebagai meminimalisir kerugian yang dirasakan oleh warga setiap musim hujan dengan terjadinya genangan air di permukiman warga. Untuk bangunan drainase pada tahun ini, kami membangun di dua dusun yakni dusun 1 dan dusun 3 dengan total panjang 334 meter, yang mana 300 meter dianggarkan dalam RAB dan 34 meter merupakan swadaya dari masyarakat dan pemerintah desa,” terang Kades Lalonggolosua.

Terkait kemajuan prosentase penyelesaian pembangunan yang dinilai terlalu cepat di daerahnya, Jaelani menilai bahwa dalam melaksanakan pembangunan, pihaknya menggalang kemitraan dengan beberapa warga dan penyedia barang dan jasa agar bisa berpartisipasi dalam pembangunan kendati anggarannya dibayarkan belakangan setelah pencairan.

“Jika kita hanya mengacu pada prosentase pencairan anggaran, maka pembangunan yang kita laksanakan akan mengalami keterlambatan, sebab tahapan pencairan anggara dari tingkat kabupaten ke tingkat desa
memang sudah terlambat. Jadi kami menggunakan pola kemitraan dengan mengajak warga atau kalangan pengusaha yang dapat menyediakan material bangunan yang kita dapat gunakan terlebih dahulu, meskipun belakangan
baru dapat dibayarkan. inilah yang menyebabkan kenapa pembangunan yang kami laksanakan bisa berjalan dengan cepat,” kata Jaelani Hasan. (cr3/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top