Kantor Kades Lalonggolosua, Dibangun di Atas Laut – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SAFARI DESA

Kantor Kades Lalonggolosua, Dibangun di Atas Laut

 

20160614_145315KOLAKA POS, KOLAKA – Roh otonomi desa nampaknya telah merasuk secara mendalam ke salah satu kepala desa di Kabupaten Kolaka ini. Adalah Jaelani Hasan, Kepala Desa Lalonggolosua Kecamatan Tanggetada telah memperlihatan kemampuannya dalam membangun desa yang dia pimpin selama ini. Hal ini terlihat dari gaya pembangunan di daerahnya yang dia lakoni saat ini dengan menyandingkan dengan pembangunan dengan sumber daya alam yang ada di desanya.

Salah satu bangunan yang telah dibangun oleh Pemerintah Desa itu
adalah Bangunan kantor desa yang berdiri diatas pesisir laut di
lingkungan I desa itu. bangunan tersebut didirikan lantaran kantor
desa yang pernah digunakan sebelumnya sudah tidak layak pakai karena material kayu yang berfungsi sebagai rangka atap bangunan itu nyaris rubuh. dengan alasan tersebut, Pemerintah Desa Lalonggolosua yang dinahkodai oleh Jaelani Hasan membangun Kantor Kepala Desa
Lalonggolosua yang berdiri megah diatas laut saat ini.

Saat ditemui, Kepala Desa Lalonggolosua Jaelani Hasan mengatakan bahwa salah satu alasan dirinya membangun kantor kepala desa bangunan kantor desa yang digunakan selama sebagai pusat pelayanan pemerintahan sudah tak layak digunakan lantaran sudah termakan usia. selain itu kata Jaelani kantor desa yang pernah digunakan juga sudah tak representatif untuk digunakan lantaran bangunan kantor yang berukuran sangat kecil dan minim ruang kerja.

“Karena bangunan kantor yang pernah kita gunakan itu sudah tidak layak makanya kami membangun kantor ini. Sebenarnya anggaran yang digunakan dalam membangun kantor dan Balai Pertemuan dibebankan dalam anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Kolaka tahun 2016. Hanya saja mengingat bangunan kantor kami sangat butuhkan maka kami terlebih dahulu mengerjakan bangunan ini, kendati anggaran yang disiapkan belum dicairkan,”kata Jaelani.

Menurut Kades Lalonggolosua ini, salah satu cara yang digunakan dalam melaksanakan pembangunan di desanya dengan cara menggalang kemitraan dengan warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam membangun desanya. Mitra ini kata dia merupakan pihak yang mau mengorbankan waktu dan finansial yang dimilikinya untuk kemajuan desanya.
“Kalau kita hanya mengandalkan anggaran yang pencairannya sering
terlambat maka pembangunan akan terlambat. makanya dengan melibatkan kemitraan, pembangunan tersebut bisa berjalan dengan baik dan cepat, kendati anggaran yang berasal dari pemerintah belum kunjung keluar,”kata Jaelani. (cr3/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top