Zakat Fitrah di Koltim Tiga Kategori – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Kolaka Timur

Zakat Fitrah di Koltim Tiga Kategori

niat-bayar-zakat-fitrah-onlineKOLAKA POS, TIRAWUTA – Zakat fitrah yang harus di bayarkan warga Kabupaten Kolaka Timur tahun ini bervariasi. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur telah menetapkan besaran zakat fitrah dengan membagi tiga kategori sesuai dengan menyesuaian tingkat kesejahteraan masyarakat, yakni beras, sagu dan jagung. Hal itu langsung di tuangkan dalam surat keputusan bupati kabupaten Kolaka Timur nomor 188.45/191 tahun 2016 tentang besaran nilai dan pembagian zakat fitrah, fidyah dan infaq tahun 1437 H / 2016 M.

Kasubag Kehidupan Beragama dan Urusan Haji Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur, Arisman menuturkan, untuk kategori pertama yakni, satu sha beras sama dengan tiga liter setengah (3,5) liter beras perjiwanya bagi yang mengkonsumsi makanan pokok beras atau dinilai beras perliternya sejumlah delapan ribu rupiah, di tambah dengan infaq senilai dua ribu rupiah dan jumlah yang harus di keluarkan per orang sebesar tiga puluh ribu rupiah.

“Itu bagi mereka yang mengkonsumsi beras atau zakat fitranya masuk dalam kategori beras,” ungkapnya saat ditemui wartawan koran ini di ruang kerjanya akhir pekan kemarin.

Untuk kategori kedua katanya, satu sha sagu sama dengan tiga liter setengah (3,5) perjiwanya bagi yang mengkonsumsi sagu sebagai makanan pokoknya dinilai per liternya sejumlah lima ribu rupiah di tambah dengan infaq sejumlah dua ribu rupiah, maka yang harus dikeluarkan per orangnya sebesar dua puluh ribu rupiah. Sementara untuk kategori jagung, satu sha jagung sama dengan tiga liter setengah (3,5) dinilai perliternya sejumlah lima ribu rupiah di tambah infaq sejumlah dua ribu rupiah, maka yang harus dikeluarkan perorangnya mencapai dua puluh ribu rupiah.

“Itu semua sudah ada aturannya. Tidak bisa berubah lagi,” katanya.

Bagaimana dengan pembagiannya?. Arisman mengatakan, persentase pembagian dan pendistribusian zakat firah 60 persen untuk fakir miskin di desa/keluran. 20 persen untuk ibnu sabil, mualaf, sabililah atau imam masjid atau surau, penjaga atau perawat mesjid, guru mengaji atau TPQ, guru agama yang tidak mendapat penghasilan tetap.

Selanjutnya, 20 persen lainnya di peruntukan untuk amil zakat atau panitia zakat.
“Prioritas pembagian yang di peruntukan kepada asnaf fakir miskin, maka bagian asnaf sabililah maupun asnaf lainnya tidak di benarkan lebih dari 20 persen sebagai bagian maksimal,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, untuk pembayaran zakat fitrah bisa dilakukan pada setiap iman yang ada. Mulai dari iman desa, lurah hingga kecamatan. Sebab, semua itu telah dilibatkan. “Lainnya tidak ada,” tutupnya. (ing)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top