Dipertanyakan Nasib 300 Guru Honorer SMA, Setelah Bidang Pendidikan Menengah Ditarik ke Provinsi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dipertanyakan Nasib 300 Guru Honorer SMA, Setelah Bidang Pendidikan Menengah Ditarik ke Provinsi

ilustrasi_guru_pnsKOLAKA POS, KOLAKA – Berdasarkan undang-undang nomor 23 tahun 2014, bidang pendidikan menengah akan dialihkan kewenangan yang selama ini di kabupaten pindah ke provinsi.
Namun perpindahan kewenanagn tersebut membuat nasib guru honorer belum jelas. Hal itu diungkapkan oleh Musdalim Zakkir, Anggota DPRD Kolaka usai rapat dengar pendapat demgan Dinas Pendidikan pada Jumat kemarin.
Menurut Kabid dalam RDP kemarin itu, info awal yang mereka terima, setelah pengalihan kewenangan itu nantinya, nasib guru honorer daerah tidak jelas. ” Nah ini kan masalah nantinya lagi,” ujar legislator PKPI tersebut.
Dijelaskannya ada sekitar 300 lebih guru honorer tersebar di beberapa SMA dan SMK sederajat di Kolaka, yang bakal tidak jelas keberadaannya setelah kewenangan tersebut diambil alih.”Makanya saya minta sebelum penyerahan kewenangan itu, persoalan nasib guru honor ini harus jelas,” ujarnya.
Pasalnya menurut Anggota Komisi I ini, Keberadaan guru honorer juga perlu diperhatikan yang sudah banyak berperan dalam membantu dunia pendidikan. Dan jika nasib mereka terabaikan dan tidak jelas usai kewenangan tersebut, menurutnya, lembaga DPRD di daerah juga yang bakal kena imbasnya. “Tidak bisa kita pungkiri,mereka juga punya peran dalam membantu dunia pendidikan kita, mereka telah lama mengabdi, dan mengapa ini harus tidak jelas, sebab persoalan ini nantinya kan lari ke DPRD lagi, mereka akan datang demo pertanyakan nasibnya. Makanya tegas saya katakan harus jelas infonya sebelum diserahkan ke propinsi,” ungkapnya.
Ia meminta Diknas Kolaka untuk mencari tahu informasi dan kejelasan tersebut. Dia juga berharap Pemerintah Propinsi dapat memperhatikan imbas dari pengalihan kewenangan tersebut terutama pengaruhnya terhadap pegawai honorer di daerah. ” Saya minta Dinas bisa perjelas masalah ini dan bisa kita sampaikan kepada mereka guru honorer tersebut, lalu bagi pemerintah propinsi juga harus memperhatikan imbas dari pengalihan kewenanagan ini terutama bagi mereka guru honorer,” ujarnya.(cr4/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top