Kredit Pembiayaan Tolak Profesi Pers, Ahmad Djailani : Kami Masih Mempelajari Penolakan Ini – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Kredit Pembiayaan Tolak Profesi Pers, Ahmad Djailani : Kami Masih Mempelajari Penolakan Ini

KOLAKA POS, KOLAKA – Ada -ada saja masalah yang dihadapi dunia persuratkabaran di daerah Mekongga ini. Kali ini dunia jurnalistik dikesampingkan atau ditolak oleh Kredit Pembiayaan dalam mengambil kredit. Entah dasar apa sehingga kredit pembiayaan seperti Kredit Pluss mentah-mentah menolak profesi wartawan saat ingin bertransaksi. ” Maaf ya saudara kerja di mana, surat kabar ya, untuk sementara kami tidak memberikan kredit kepada dunia jurnalistik (wartawan-red),” ujar suara merdu saat berlangsung wawancara singkat antar nasabah dan sales Kredit Pluss.
Itulah sekelumit kisah nyata, saat seorang profesi jurnalistik yang ditolak saat bertransaksi di dunia pembiayaan khususnya kredit pluss dan Simpati.
Tidak puas dengan pendeskreditkan profesi pers itu, seorang wartawan harian di Kolaka menghubungi Ahmad Djailani, Humas OJK (otoritas jasa keuangan) Sultra di Kendari, ia mengatakan, laporan wartawan ini saya tampung dulu dan nanti kami bicarakan dengan pembiayaan yang dimaksud mengapa sampai menolak jurnalistik saat ingin bertransaksi.
” Memang diakui OJK pembiayaan masuk dalam wilayah OJK. Tetapi memang dalam prakteknya kami tidak bisa mencampuri prinsip kehati-hatian masing-masing perusahaan pembiayaan. Itu hak prioritas mereka, sebagai rasa kehati-hatian mereka. Tapi nantilah kami telusuri dulu apa penyebabnya sehingga profesi wartawan ditolak oleh perusahaan pembiayaan Kredit Pluss di Bumi Mekongga (Kolaka),” jelas Djailani memberi contoh lain hal yang sama juga diakui kepada lembaga TNI dan Polri termasuk pengacara ada juga laporan ditolak saat bertransaksi di dunia pembiayaan kredit.
Soal itu, lanjut Djailani tergantung prinsip kehati-hatian perusahaan yang bersangkutan. Daripada mereka rugi, mungkin, prinsipnya lebih baik tidak melayani hal seperti itu. “Namun soal itu nantilah OJK akan panggil perusahaan pembiayaan Kredit Pluss untuk menanyakan mengapa dunia jurnalistik ditolak saat bertransaksi di perusahaan ini,” jelasnya.
Khusus di Kolaka, kasus ini ditemukan pada beberapa perusahaan finance yang menganggap profesi wartawan tidak layak untuk diberikan kredit. Akibat diperlakukan tidak adil itu, sejumlah wartawan di Bumi Mekongga mengeluhkan perlakuan diskriminasi yang diterapkan beberapa pihak kreditur. Sebut saja Ansar, wartawan lokal ini pernah mengajukan permohonan kredit di salah pembiayaan. Dia bermaksud membeli kamera dengan cara kredit atau dibayar angsur melalui pembiayaan Kredit Pluss. Namun berkas permohonannya ditolak karena alasan profesinya sebagai kuli tinta.
Atas perlakuan tidak senonoh itu sejumlah wartawan di Kolaka meminta OJK Sultra menindaklanjuti keluhan profesi jurnalistik ini dan mengambil tindakan tegas bila perlu mencabut izin operasional perusahaan pembiayaan yang mendiskreditkan profesi wartawan. (kau-hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top