Nur Alam tak Mau Campuri Sengketa Pilkada Muna – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Nur Alam tak Mau Campuri Sengketa Pilkada Muna

KOLAKA POS, KENDARI – Menanggapi isu yang berhembus tentang salah satu pasangan calon (Paslon) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna, yang ingin melakukan penggugatan kepada Mahkama Konstitusi (MK) guna membatalkan hasil Pemugutan Suara Ulang (PSU) tahap dua dan melakukan PSU ulang lagi, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam mengaku tak mau mencampuri hal tersebut.

Menurutnya, kendati dirinya sebagai pemimpin di Sultra, namun hal tersebut bukan menjadi tugas pemerintah. dan dalam Pilkada Muna semua Paslon memiliki Hak dan kewajiban yang sama dalam hal menempuh upaya hukum.Namun tentunya tergantung kebijakan yang dikeluarkan MK .

“Saya kira semua pihak punya hak dan kewajiban masalah proses hukum kita kembalikan ke masing-masing pihak, apakah itu masih terbuka dimungkinkan atau tidak tentu kita tidak bisa masuk diranah itu karna itu adalah hak masing-masing pihak,” ujarnya. Kamis (23/6)

Termasuk kata dia, Kendati PSU tahap dua di Muna telah usai, namun jika ditemukan adanya kecurangan dalam proses pemungutan suara, maka hal tersebut diserahkan kepada pihak yang ingin melakukan penuntutan dalam ini Paslon.

“Tentu proses pemilihan sudah berlangsung hasil-hasil perhitungan sudah ada nah kalau ada cela-cela hukum diantara para pihak, tentu itu bukan domain kita. Mari kita serahkan ke mereka,” terang Gubernur dua periode ini.

Diinfokan, Dalam PSU tahap dua Pasangan Rusman Emba, Malik Ditu dengan akronim Rumah kita unggul 20 suara, dari Pasangan Burhanuddin, La Pilli yang mengusung akronim Dokter Pilihanku, sehingga jika di akumulasikan dengan seluruh jumlah suara dari keseluruhan pemungutan suara Rumah kita unggul 33 suara, namun setelah PSU tahap dua beredar isu jika pasangan Dokter Pilihanku akan melakukan gugatan ke MK, dimana meminta agar dilakukan PSU ulang. (k1/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top