Dilematis Disdukcapil – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dilematis Disdukcapil

KOLAKA POS, RAHA – Gelombang protes dalam drama PSU Jilid II Muna terus berlangsung. Sorotan utama tertuju pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Muna atas terbitnya KTP dan Kartu keluarga jelang PSU.

Setelah didemo massa dr.Baharuddin-La Pili atas terbitnya dua dokumen tersebut, kemarin (23/6) protes dilakukan massa Rusman Emba-Malik Ditu. Mereka “menyerang” Kepala Disdukcapil Muna, Abdul Munir yang menunjuk Sekretarisnya Muhammad Sanusi sebagai phak yang bertanggungjawab mengeluarkan dokumen tersebut.

Orator massa, Safaruni menganggap Abdul Munir secara langsung telah mengorbankan hak politik masyarakat Muna, karena menyudutkan sekretaris Disdukcapil dengan menyebutnya membuat surat rekomendasi. Sebab, menurut mereka Muhammad Sanusi tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi pembuatan KTP ataupun Kartu Keluarga, namun yang dikeluarkan oleh Sekretaris Disdukcapil tersebut hanyalah lembaran biodata kependudukan warga negara Indonesia (WNI) “Yang saya tahu, sekretaris (Muhammad Sanusi) mengeluarkan bukan surat rekomendasi. Tetapi biodata WNI. Jadi bukan rekomendasi,” katanya.

Olehnya itu Safaruni mengancam akan melakukan penyegelan kantor Disdukcapil Muna apabila permintaan mereka untuk bertemu dengan kepala Disdukcapil Muna Abdul Munir tidak di indahkan oleh aparat kepolisian yang melakukan penjagaan di kantor Disdukcapil Kamis siang itu. “Bukan saya mau menghalang-halangi proses pekerjaan di dalam, tapi saya akan menyegel kantor ini. Sekali lagi, kalau tidak ada pak Munir saya akan menyegel kantor ini dengan menggunakan kayu,” ancamnya.

Untuk menghindari aksi anarkis, polisi menyahuti tuntutan yang dilayangkan oleh para demonstran tersebut dengan mempertemukan mereka dengan Abdul Munir. Dua perwakilan demonstran dipersilahkan untuk melakukan dialog dengan Abdul Munir diruang kerja kepala Disdukcapil Muna dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Usai melakukan dialog bersama kepala Disdukcapil yang memakan waktu hampir dua jam itu, akhirnya para pengunjuk rasa keluar dan membubarkan diri.

Budiman salah satu perwakilan yang menemui Kepala Disdukcapil Muna enggan memberikan keterangan pada awak media terkait hasil dialog mereka dengan kepala Disdukcapil Muna siang itu. Bahkan dirinya langsung mengarahkan puluhan massanya untuk meninggalkan kantor Disdukcapil Muna tersebut “Ayo semua, sudah tinggalkan kantor ini,” teriaknya sembari mengarahkan massanya.

Begitupun kepala Disdukcapil Muna Abdul Munir belum dapat memberikan keterangan perss terkait pertemuan yang mereka gelar bersama simpatisan pendukukung Rumah Kita itu “Sebentar masih ada tamunya kepala dinas,” ucap staf Disdukcapil saat ditemui awak media. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top