Kejari Kebut Lima Kasus Korupsi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Kejari Kebut Lima Kasus Korupsi

KOLAKA POS, KOLAKA – Lima kasus tengah ditangani Kejari Kolaka. Dari lima kasus, dua diantaranya sudah penetapan tersangka, sedangkan tiga lainnya masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Kolaka, Abd. Salamntani.

Lima kasus tersebut terangnya yakni dugaan Korupsi Pagar USN, dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Kampus Baru USN, dugaan Korupsi Percetakan Sawah Baru, Korupsi Dana RSBG, dan dugaan Korupsi Dana Jaminan Reklamasi Tambang.

Untuk Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pekerjaan Pagar Kampus lama USN dengan anggaran APBN Rp1,7 miliar, kata Abdul Salam penyidik sebelumnya sudah menetapkan tiga tersangka yaitu Suwito Kaeni (Pejabat Pembuat Komitmen), Ir. Ridwan alias Acil (Konsultan sekaligus pelaksana Kontraktor) dan Abd Wahab Tahir Ketua Tim Perencana dan Penyusunan Anggaran (TPPA). Dari tiga tersangka tersebut dua diantaranya sudah mendekam dibalik jeruji menunggu kasus yang diduga merugikan keuangan negara sekitar 300 juta lebih tersebut.

Sementara untuk dugaan kasus Korupsi Pembangunan kampus baru USN di Tanggetada, Kata Abdul Salam pihaknya masih masih terus melakukan pengumpulan data dan keterangan. “Tersangkanya sebenarnya masih rangkaian di kasus Pagar lama USN, PPK nya dan konsultannya, tapi masih kita dalami,” ujarnya.

Untuk kasus dugaan Korupsi Percetakan Sawah Baru tahun 2012 hingga 2014, Abdul Salam mengatakan, selain di Kolaka penyidik juga akan menelusuri obyeknya sampai di Kolaka Timur (Koltim). “Khusus proyek cetak sawah tahun 2012, penyidik akan menelusuri obyeknya di Koltim, karena saat itu Koltim belum mekar,” terang Abd Salam.

Selaitu katanya, percetakan sawah baru tahun 2011-2014 yang bersumber dari dana APBN tahun terindikasi terjadi dugaan tindak pidana korupsi, karena diantaranya ditemukan luas areal pencanangan yang dianggarkan Kementerian Pertanian disinyalir tidak sinkron dengan luas yang dikerjakan. “Misalnya di Kecamatan Tanggetada, di desa Lamedai dianggarkan 130 hektar dan di desa Anaiwoi seluas 50 hektar, tetapi setelah dicek luas obyek yang dikerjakan dari dua desa itu tidak mencapai 180 hektar, bahkan ada sawah petani yang sudah ada sebelumnya ikut dimasukkan seolah-olah proyek cetak sawah baru, Artinya bisa diduga ada obyek yang difiktifkan,” tutur Abd Salam.
Karena itu, lanjut Abd Salam, adanya indikasi di Kecamatan Tanggetada, pihaknya akan menelusuri semua kecamatan di Kolaka dan di Kolaka Timur.

Lanjutnya Untuk Kasus Korupsi dana Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG), penyidik baru mentapkan daua tersangka yaitu Yasmin (YS) Dan Sahira Hidi (SH). Ditaksir sekitar 3,5 Milyar dana penerimaan RSBG raib tanpa pertanggungjawaban yang jelas. “Kalau ini gampang sekali menelusurinya, bukti-bukti bisa didapatkan dengan jelas,” ujarnya.

Selain itu kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus itu bisa saja terjadi katanya, sepanjang ada pembuktian perbuatan materialnya termasuk mantan Dirut RSBG Dr. Azis Amin alias dokter Aci jika terbukti terlibat. “Ini juga baru pintu masuk, siapa tahu ini pembuka ke pintu kasus lainnya di rumah sakit itu, kita akan kembangkan terus,” tambahnya.

Untuk kasus yang ke lima yaitu Dugaan Korupsi Dana Jaminan Reklamasi, kata Abdul Salam, pihaknya msih melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan. Kasus yang diduga juga merugikan keuangan negara milyaran rupiah itu bakal ditelusurinya. “Masih lidik, Insya setelah lebaran nanti kita bisa tuntaskan,” paparnya. Abdul Salam juga menyatakan bahwa kasus-kasus yang ditangani tersebut itu masih bersifat sementara, jumlahnya bisa saja bertambah. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top