Hama Penggerek Padi Serang Sawah Petani di Konawe – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Hama Penggerek Padi Serang Sawah Petani di Konawe

Net/Ilustrasi

KOLAKA POS, UNAAHA – Petani di Konawe kembali diresahkan dengan serangan hama penggerek padi. Sebab, hama yang menyerang ratusan hektar sawah milik petani itu, mengakibatkan produktifitas padi mengalami penurunan. Akibatnya, para petani harus mengeluarkan biaya tambahan, yang berdampak pada kerugian yang cukup besar.
Hama pengerek sendiri diketahui dapat membuat tanaman padi menjadi mengering serta isi buah padi kosong, sehingga keberadaan hama yang baru muncul dalam kurun waktu empat tahun terakhir itu, dianggap sangat mengancam produktifitas pertanian.
Salah satu ketua kelompok tani Desa Wukusao, Kecamatan Wonggeduku, Ladawa menjelaskan, hama berbentuk ulat kecil tersebut mulai menyerang sawah petani sekitar dua pekan lalu, dengan sasaran serangan tanaman padi yang baru belajar hamil atau baru dalam tahap pembuahan.
“Hamanya tidak menyerang tanaman padi yang baru ditanam, tetapi yang usianya sudah satu bulan lebih. Artinya, padi itu baru mau belajar berisi,” kata Ladawa kepada awak media ini saat ditemui di areal persawahaan, Rabu (22/6).
Tanaman padi yang terserang hama tersebut, lanjutnya, tidak bisa menghasilkan gabah dengan kualitas terbaik, bahkan ada juga tanaman yang sama sekali tidak bisa menghasilkan gabah. Kalaupun tanaman padi itu tetap berisi, beras yang dihasilkan tidak dapat dijual dipasaran karena warna agak menghitam, dan jika dijual harganya tidak seimbang dengan biaya produksi.
“Jadi selain produksinya turun, harganya juga jatuh. Kalau biasanya para tengkulak membeli dengan harga Rp4.200 per kilogram gabah keringnya, dan sekarang para tengkulak hanya mampuh membeli gabah petani dengan harga Rp3.200 per kilogramnya” imbuhnya.
Selain itu, hingga saat ini para petani belum menemukan racun yang cocok untuk memberantas hama yang sudah mulai meresahkan para petani. Meski sudah mencoba berbagai macam racun, hama penggerek ini belum juga dapat dibasmi. Bahkan di beberapa tempat, meski telah dilakukan penyemprotan, gabah yang dihasilkan tetap tidak berisi bahkan perlahan mati.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluh Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4K-KP) Konawe, Muhammad Akbar mengaku, pihaknya belum bisa berbuat banyak terkait dengan keberadaan hama tersebut, karena hama-hama tersebut juga menyerang areal perkebuanan percobaan milik instansinya.
“Yah memang hama ini sudah menyerang sawah petani hampir di seluruh wilayah Kabupaten Konawe, namun kita belum bisa berbuat apa-apa, karena kami juga masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganannya,” ujar Akbar.
Untuk antisipasi serangan berikutnya di musim yang akan datang, Akbar mengimbau kepada para petani untuk melakukan variasi penanaman, yakni jika musim ini petani menanam padi, maka musim selanjutnya petani disarankan untuk menanam jagung atau tanaman perkebunan lainnya, agar hama tersebut tidak menetap di wilayah itu. (k4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top