Massa Dokter Pilihanku Tuntut Batalkan Hasil PSU Jilid II – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Massa Dokter Pilihanku Tuntut Batalkan Hasil PSU Jilid II

KOLAKA POS, RAHA – Aksi demonstrasi menuntut pembatalan hasil PSU jilid II yang digelar Minggu (19/6) lalu terus disuarakan. Simpatisan pasangan Dokter Pilihanku yang berdemonstarsi kemarin (21/6) menganggap hasil PSU jilid II cacat hukum.
Kordinator lapangan La Ode Kaharuddin pada Kolaka Pos mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan aksi damai, dimana mereka menuntut agar KPU Muna dapat membatalkan hasil PSU jilid II lantaran telah terjadi kecurangan dalam pelaksanaan PSU tersebut. Salah satu bukti menurutnya yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Muna telah melakukan pelanggaran lantaran mengeluarkan dua KTP elektronik satu hari sebelum PSU jilid II di selenggarakan.
Padahal menurut mereka KPU Muna bersama Paslon dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah menyepakati tidak mengeluarkan KTP maupun Kartu Keluarga jelang PSU jilid II. “Yang paling prinsipil itu adalah capil itu mengeluarkan KTP elektronik pada 18 Juni. Sementara PSU akan diselenggarakan 19 Juni. Artinya, capil sudah melanggar hasil yang disepekati antara KPU dan Paslon. Dimana dalam rangka PSU 19 Juni itu, tidak ada capil mengeluarkan KTP atau kartu Keluarga baru. Ternyata ini terbukti. Jadi kami menuntut KPU membatalkan hasil PSU jilid II. Sehubungan banyak identitas yang di palsukan,” tandasnya.
Pantauan Kolaka Pos Selasa siang itu, ratusan demonstran yang tergambung antara laki-laki dan perempuan itu, nyaris bentrok dengan puluhan aparat kepolisian yang sudah berjaga di jalan masuk kantor KPUD Muna.
Aksi saling dorong pun tak terelakkan saat ratusan demonstran memaksa masuk ke kantor KPU Muna. Namun kesigapa ratusan aparat keamanan TNI/Polri dapat menghalau para demonstran tersebut. Hingga berita ini diturunkan pukul 15.00 wita, ratusan demonstran tersebut masih menggelar aksinya. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top