Yasmin jadi Tersangka Korupsi RSBG – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Yasmin jadi Tersangka Korupsi RSBG

KOLAKA POS, KOLAKA – Setelah diperiksa selama kurang lebih dua jam oleh penyidik Tindak Pidana Khusus Korupsi Kejaksaan Negeri Kolaka, akhirnya mantan bendahara Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG), Yasmin resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga terkait kasus korupsi penyelewengan dana RSBG pada sore (20/6) kemarin. Untuk diketahui, Yasmin juga merupakan istri dari salah satu legislator DPRD Kolaka, berinisial HA.

Selain Yasmin, terkait kasus tersebut Kejari juga ikut menetapkan seseorang berinisial SH, yang merupakan direktur dari PT. BBM (perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan) yang berdomsili di Kendari. Kepala Kejaksaaan Negeri Kolaka, Jefferdian melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Abdul Salamtani mengatakan penetapan tersebut setelah penyidik mengantongi beberapa bukti dan melakukan pemeriksaan terhdap beberapa saksi. “Kita sudah punyai beberapa bukti berupa bukti transfer dan kwitansi, selain itu juga pemeriksaan terhadap 3 saksi, dan kita menduga ada perbuatan penyelewengan dana, sehingga hari ini kita tetapkan YS dan SH sebagai tersangka,” papar mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pasar Wajo Buton tersebut.

Dijelaskannya pula, Yasmin saat menjabat sebagai bendahara penerimaan RSBG diduga telah melakukan penyelewengan dana hasil penerimaan atau pendapatan dari RSBG bekerjsama dengan Tersangka SH, direktur PT. BBM dengan modus melakukan transaksi pengeluaran dana melalui transfer tanpa mekanisme atau prosedur yang jelas. “YS diduga menyelewengkan dana penerimaan RSBG tahun 2015 dengan melakukan tansfer kepada tersangka SH Dirut PT. BMM yang juga diduga merupakan rekanan abal-abal, sebab tanpa prosedur dan mekanisme yang jelas, apalagi tidak ada kontrak kerja,” jelas Abdul Salam.

Transaksi tersebut menurut penjelasan Kasi Pidsus, dipalsukan Yasmin sebagai uang muka atau panjar untuk belanja obat-obatan dan barang pakai habis. “Alasanya untuk uang muka atau panjar kontrak untuk pengadaan obat-obatan, barang pakai habis, padahal tidak ada kontrak, kerjasama juga tidak ada, lalu barangnya tidak ada, jadi memang fiktif, laporannya juga fiktif,” jelas Abdul Salam.

Tak tanggung-tanggung akumulasi tansfer dana dari Yasmin Ke SH mencapai Rp3,5 miliar yang diangsur sebanyak 10 kali. “Akumulasinya 3,5 M dengan sekitar 10 kali transfer, setiap kali transfer kisarannya 225 sampai 400 juta pada Agustus sampai Desember tahun 2015,” papar Abdul Salam.

Dikatakannya pula, mantan Bendahara RSBG tersebut mengatakan pernah mengembalikan dugaan penyelewengan dana tersebut sebesar Rp70 juta rupiah. “Katanya sih dia pernah mengembalikan sebesar 70 juta, tapi itu masih katanya,” tutur Abdul Salam.

Dalam kasus itu kemungkinan adanya tersangka lain juga terbuka lebar. Sebab jika dilihat memang ada keganjilan jika seorang bendahara penerimaan sampai berani mengeluarkan uang dan tanpa sepengetahuan dari direktur RSBG. “Memang aneh juga, kok bendahara penerimaan yang mengeluarkan uang, harusnya bendahara pengeluaran, lalu atasan tidak mengetahui perbuatan dari bawahannya, jadi memang ada kelalaian juga dari atasan, dan bisa jadi ada tersangka baru jika memang ada bukti dan ada perbuatan materil korupsinya, kita lihat saja perkembangannya nanti,” jelas Abdul Salam. Meski menetapkan tersangka, penyidik belum melakukan penahanan kepada para tersangka. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top