Ada Lagi yang Menolak Hasil PSU Jilid II – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Ada Lagi yang Menolak Hasil PSU Jilid II

KOLAKA POS, RAHA – Kapan Muna akan terlepas dari sengketa Pilkada? belum juga diputuskan hasil PSU Jilid II, sudah muncul lagi aksi menentang hasilnya. kemarin (20/6), dua kubu simpatisan pasangan calon kepala daerah (Kada) Muna terlibat debat argument saat keduanya menggelar aksi demonstrasi di depan kantor camat Katobu Kabupaten Muna. Bertemunya kedua simpatisan paslon kada pada pagi itu, lantaran di kantor tersebut akan diselenggarakan rekapitulasi hasil perhitungan suara oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Dengan mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi dan Pilkada, Abdul Muis yang koordinator aksi dalam orasinya mengatakan, berbulan-bulan lamanya masyarakat Muna merindukan lahirnya pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang jujur, adil bebas dan rahasia. Namun, mereka melihat ada kejanggalan saat pelaksanaan PSU jilid II yang di gelar Minggu (19/6) itu.

Menurutnya, Amar putusan MK, yang membatalkan hasil beberapa TPS, di PSU jilid I seharusnya dapat dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Terlebih dalam amar putusan MK tersebut yang memerintahkan KPU RI, KPU Provinsi untuk melakukan supervisi dan kordinasi pada KPU Kabupaten. “Namun kenyataannya, dari supervisi dan kordinasi yang dilakukan terdapat sejumlah kejanggalan yaitu mengenai diperbolehkannya pemilih yang notabene yang di permasalahkan oleh MK,” ujar Abdul Muis.

Ia menilai kerja keras KPU kabupaten yang melaksanakan amar putusan MK, sejak diplenokan sampai dengan penetapan DPT dibatalkan secara sepihak oleh KPU RI dan KPU provinsi. Bahkan mereka menyesalkan aparat kepolisian, yang mereka anggap tidak mempu menjaga keamanan salah satu anggota Komisioner KPU Muna. Lantaran oknum komisioner KPU Muna itu dikeluarkan atas desakan salah satu paslon kada. “Dengan berbagai kejanggalan itu, kami menolak hasil PSU jilid II yang sarat akan kecurangan. Meminta pertanggung jawaban KPU RI, KPU Provinsi, KPU Muna yang mengacuhkan putusan MK mengenai DPT. KPU Muna bertindak tegas menggugurkan suara dari pemilih bermasalah, dengan mengacu pada hasil plenonya. Serta mendesak kepolisian untuk bertindak lebih independen dengan memberikan jaminan terhadap komisioner KPU,” pintanya.

Ditempat yang sama, simpatisan pendukung Rumahkita Amir Fariki yang notabene menjadi kordinator lapangan mengatakan bahwa tuntutan yang dilontarkan oleh forum masyarakat peduli demokrasi dan pilkada itu tidak masuk akal. Sebab tudingan yang dilontarkan itu merupakan alibi semata. “Mereka mencoba memaksakan kehendaknya. PSU jilid II berjalan lancar, hidup rakyat hidup pemimpin baru kabupaten Muna,” ucapnya.

Bahkan Amir Fariki mengajak seluruh masyarakat Muna agar dapat bersama mengawal pesta demokrasi tersebut. Bahkan Ia mengapresiasi kinerja kepolisian yang dianggapnya mampu menjaga keamanan dalam melancarkan pesta demokrasi yang di gelar pada Minggu (19/6) tersebut. “Aparat penegak hukum mampu membawa pesta demokrasi dengan baik, dan semua sudah berjalan baik,” tandasnya
Pantauan Kolaka Pos, puluhan aparat keamanan gabungan TNI/Polri terlihat siaga dalam aksi perdebatan yang di lakukan oleh kedua kubu simpatisan paslon kada tersebut. Setelah satu jam lamanya berorasi, kedua kubu akhirnya membubarkan diri dengan aman dan tertib. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top