Syahbandar Baubau Siap Hadapi Lonjakan Penumpang – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Syahbandar Baubau Siap Hadapi Lonjakan Penumpang

KOLAKA POS, BAUBAU – Tidak lama lagi umat muslim akan merayakan hari raya idhul fitri. Menjelang hari raya Idhul Fitri tahun ini, diperkirakan jumlah penumpang akan meningkat sekitar lima persen dibandingkan dengan 2015 lalu. Menyadari hal tersebut, Syahbandar Baubau meningkatkan pelayanan sejak jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Kepala Syahbandar Baubau, Marlent mengatakan, tahun lalu kenaikan penumpang mencapai 109.039 orang. namun tahun ini akan naik lima persen jadi lonjakan penumpang itu mencapai 114.491 orang. Dengan jumlah tersebut, pelabuhan di Baubau siap menghadapi lonjakan penumpang angkutan lebaran 2016. Sebab, pihaknya telah mempersiapkan diri dalam menghadapi lonjakan tersebut. Adapun persiapan yang dilakukan adalah melakukan pertemuan dengan stake holder, Kodim, Danpom, Angkatan Laut, dan Polairut Baubau, serta SAR tim pemandu. Selain itu juga dengan Polres, serta seluruh instansi yang berkaitan.

“Dalam persiapan itu kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan, baik itu di bidang pengamaman seperti Kodim, Danpom, Angkatan Laut, dan Polairut, serta Dishub, SAR dan Navigasi, pemanduan. Nah aspek regulatornya kita sendiri seperti Dishub, Polres, dari pengguna jasa pelayaran, Pelni, ASDP, maupun perusahaan layaran antar pulau milik swasta. Tujuannya itu untuk menyamakan visi dan misi, atau rencana kerja kita dalam menghadapi lonjakan penumpang ini,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pertemuan yang dilakukan ada beberapa hal yang disepakati. Hal yang paling mendasar adalah keselamatan pelayaran, seperti mengantisipasi cuaca buruk, alat keselamatan kerja harus lengkap, kapal tidak diperbolehkan mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

“Untuk lonjakan penumpang diperkirakan itu meningkat lima persen, karena bersamaan dengan liburan sekolah. Jadi yang paling kami utamakan dalam mengatasi lonjakan penumpang adalah keselamatan pelayaran. Misalnya saja mengantisipasi cuaca buruk. Apabila terjadi cuaca buruk, kami tidak akan memberangkatkan kapal. Selain itu, mengenai alat keselamatan harus lengkap. Kami sudah melaksanakan uji petik, apabila nanti dalam setelah dalam melakukan uji petik ada beberapa temuan tidak lengkap, kami akan memberikan kesempatan untuk melengkapi. Nah pada saat kembali lagi ke Baubau, masih tidak lengkap maka kami tidak akan lagi memberikan SPB. Kedua kapal tidak diperbolehkan membawa penumpang melebihi kapasitas daya angkut yang dimiliki. Bila hal itu sampai terjadi, kami akan memerintahkan nahkoda untuk menurunkan para penumpang dan apabila menolak hal tersebut, pelayaran kapal tersebut akan ditunda,” paparnya.

Selain itu, yang dipersiapkan dari segi aspek kenyamanan dan ketertiban. Dalam momen idhul fitri, lapangan parkir di pelabuhan akan membludak. Jadi untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan melakukan sistem buka tutup. Selain itu, di parkiran nanti, petugas baik dari polisi, LLAJ, dan Danpom. Hal ini dilakukan untuk mencegah bila ada aparat yang ingin memaksa masuk ke dalam.

“Lapangan parkir kami itu hanya bisa menampung 50 kendaraan. Apabla kondisi lapangan parkir sudah membludak, kami akan melaksanakan sistem buka tutup. Petugas sudah kami arahkan, nantinya mobil tidak bisa masuk lagi. Hal itu dibantu KP3 dan LLAJ dan dari Danpom. Kenapa harus ada, ini untuk mengantisipasi terjadinya pemaksaan dari teman-teman dari aparat, nanti Danpom yang akan mengarahkan. Termaksuk nanti kelancaran di luar pelabuhan dan ini sudah kami koordinasikan dengan Kadishub, apakah kita akan menggunakan lapangan merdeka di luar pelabuhan, maupun yang akan mengatur jalur, itu semua sudah kita koordinasikan,” terangnya.

Begitu juga dengan peti kemas. Pada saat kapal Pelni sudah masuk, satu jam sebelumnya harus berhenti sejenak sampai embarkasi-embarkasi itu selesai. Sama halnya juga dengan muatan. “Bila ada kapal Pelni masuk, kita akan berhentikan sejenak, agar seluruh embarkasi diselesaikan. Nah bagaimana dengan muatan-muatan Pelni bila kita sudah tutup pelabuhan, mobil-mobil nanti tidak boleh masuk. Mobil tersebut harus datang itu lima jam atau enam jam sebelum kapal itu tiba dan memasukan muatannya ke pelabuhan, sehingga tidak ada lagi yang mondar-mandir di dermaga.

Ia berharap, pelaksanaan angkutan lebaran tahun ini berjalan lancar, nyaman dan terkendali. “Kami berharap, pelaksanaan angkutan lebaran ini berjalan lancar, nyaman dan terkendali. Artinya ini semua bisa terwujud bila kita bersama-sama melaksanakannya,” tandasnya. (hrn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top