Siapa Bunuh Jalil?, DPW PPNI Sultra Turut Kawal Kasus Jalil – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Siapa Bunuh Jalil?, DPW PPNI Sultra Turut Kawal Kasus Jalil

Net/Ilsutrasi

KOLAKA POS, KENDARI – Kasus kematian Abdul Jalil, yang diduga dianiaya oknum anggota Polres Kendari beberapa waktu lalu, terus mendapat sorotan publik.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Organisasi Persatuan (OP), Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendukung agar kasus kematian Jalil diproses secara hukum. Jalil adalah alumni mahasiswa Jurusan Keperawatan tahun angkatan 2012. Pegawai kontrak di BNNP Sultra itu adalah mahasiswa di perguruan tinggi keperawatan milik pemerintah daerah (Pemda) Konawe dan dinyatakan lulus pada 2015.

Ketua DPW PPNI Sultra, Harianto SKM mengatakan, akan mengawal penanganan kasus kematian Jalil. Untuk itu pihaknya akan ikut serta mengadvokasi kasus tersebut. “Untuk saat ini kami memang sudah menurunkan tim guna melakukan investigasi yang pertama karena kami punya bidang hukum, bertugas untuk mengadvokasi setiap anggota OP PPNI yang tengah ditimpa masalah. Dari data yang kami peroleh, Almarhum Jalil ternyata merupakan seorang perawat, sehingga dengan latar belakang itu kami sebagai pengurus DPW PPNI Sultra akan membantu mengawal kasus ini hingga sejauh mana perkembangannya,”ujar Harianto Saptu (18/6)

Tidak tanggung-tanggung, pengurus DPW PPNI Sultra akan berkoordinasi dengan Dewan pimpinan Pusat (DPP) PPNI di Jakarta, untuk memback-up kasus ini. Selanjutnya akan melakukan pertemuan dengan Kapolda Sultra secara langsung. “Kami telah menyusun rencana untuk mengadvokasi kasus ini hingga benar-benar tuntas dan terang benderang, agar diketahui apakah dalam kematian salah satu perawat kami yakni, Jalil memang benar kematiannya tidak wajar atau diduga karena tindak penganiayaan. Sebagai bentuk keseriusan DPW PPNI Sultra terhadap kasus ini, kami berencana akan melakukan pertemuan khusus dengan Kapolda Sultra, Brigjen Pol, Agung Sabar Santoso,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pertimbangan PPNI Sultra, La Ode Baladin menjelaskan, sebagai bidang yang memiliki tugas untuk mengadvokasi profesi perawat dalam lingkup PPNI Sultra, pihaknya wajib memberikan perlindungan hukum serta perlindungan moril jika memang telah mengalami penindasan dan kriminalisasi oleh pihak manapun.

“Tugas dibidang ini, memang wajib kita berikan kepada seluruh bagian perawat yang sedang menjalani tugas-tugas keperawatan baik dilembaga manapun, agar menjalankan profesinya tidak mendapatkan tindakan yang semena-mena apalagi sampai pada kriminalisasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kendati demikian, saya berharap agar terhindar dari masalah yang seperti ini, kiranya hindari kesalahan jangan mencari kesalahan,” katanya.

Selanjutnya Adik Jalil, Zahra yang dikonfirmasi, membenarkan jika almarhum kakanya itu pernah mengenyam pendidikan di Akademi keperawatan (Akper) Pemda Konawe, Sultra. Semasa kuliah, Jalil tinggal di Konawe bersama empat orang rekannya di sebuah rumah kos.

“Awalnya Kakak saya kuliah di Politehnik Kesehatan (Poltekes) Kementerian kesehatan (Kemenkes) Kendari, tapi karena beberapa hal, ia memilih pindah kuliah di Akper Pemda konawe dan tinggal bersama empat orang temannya disebuah rumah kos. Setelah ia selesai kuliah, sempat kerja sebagai marketing sebelum bekerja di BNNP Sultra,” akunya. (k1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top