Rusman-Malik Pimpin Muna – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Rusman-Malik Pimpin Muna

Net/Ilsutrasi

KOLAKA POS, RAHA – Kelar sudah tegang-tegangan di Muna. Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid II yang berlangsung kemarin (19/6), telah berakhir dengan rekapitulasi perhitungan suara tingkat PPK menghasilkan pasangan Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita) sebagai pemenang. Seperti dejavu, kemenangan tersebut langsung disambut dengan konvoi pendukung Rumah Kita.

Dari pehitungan suara di dua TPS, Rumah Kita berhasil mendulang suara sebanyak 375 suara. Sedangkan akronim Dokter Pilihanku hanya mampu memperoleh 355 suara. Jadi akumulasi suara dari dua TPS tersebut, Paslon Rumah Kita unggul 20 suara dari rivalnya Dokter Pilihanku. Jika digabungkan dengan penghitungan Pilkada 9 Desember 2015, maka Rumah Kita unggul 33 suara.

Adapun perolehan suara di dua TPS itu yakni, TPS 4 kelurahan Raha 1 nomor urut 1 Rusman Emba-Malik Ditu memperoleh suara sebanyak 204 suara. Nomor urut 2 Arwaha Adi Saputra-La Ode Saemuna memperoleh 2 suara, dan nomor urut 3 dr. La Ode Baharuddin-La Pili memperoleh 207 suara. Enam suara dinyatakan batal.

Sedangkan di TPS 4 Kelurahan Wamponiki, nomor urut 1 Rusman Emba-Malik Ditu memperoleh suara sebanyak 171 suara. Nomor urut 2 Arwaha Adi Saputra-La Ode Saemuna tanpa suara, dan nomor urut 3 dr. La Ode Baharuddin-La Pili memperoleh 148 suara. Satu suara dinyatakan batal.

Anggota KPUD Muna Andi Arwin mengatakan, setelah proses pemilihan terlaksana, pleno penetapan hasil rekapitulasi tingkat PPK akan dibawa di kantor KPUD Muna. Hal tersebut akan didiskusikan bersama KPUD Muna dengan tim pasangan Calon Bupati dan Bawaslu. “Saya mau mengusulkan agar pleno rekapitulasi tingkat PPK dilaksanakan di KPUD,” katanya.

Sesuai jadwal tahapan PSU jilid II, pelaksanaan pleno rekapitulasi dimulai tanggal 20 Juni di tingkat PPK dan tanggal 21 tingkat KPUD Muna. “Rekapitulasi akan dimulai besok (hari ini, red) di tingkat PPK dan di KPUD dimulai tanggal 21 sekaligus penetapan hasil perolehan suara PSU,” jelasnya.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK), mensyariatkan tujuh hari pasca penetapan pleno di tingkat kabupaten, KPUD harus melaporkan hasilnya. ”Jadi, setelah hasil rekapitulasi tanggal 21, kita akan lapor ke MK. Sampai tanggal 28 Juni paling terakhir kita laporkan di MK,” tukasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top