Razak Terancam Gugur di Pilwali – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Razak Terancam Gugur di Pilwali

FOTO : Eka Suaib

KOLAKA POS, KENDARI – Salah satu kandidat Bakal calon Walikota Kendari Abdul Razak, Terancam gugur dan tidak ikut bertanding dalam pemilihan Walikota Kendari yang akan dihelat 15 Februari 2017 mendatang.
Menurut pengamat politik Eka Suaib, ada banyak kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh Abdul Razak, seperti partai pengusung dan finansial. Dari segi partai politik, PAN tempat Razak berkader selama ini memiliki calon lain yang juga merupakan kader dengan kekuatan yang cukup baik.
“Secara otomatik klik kalau misalnya dia (Abdul Razak, red) berani maju, dia harus rela tingkalkan partainya (PAN, red) itu, karena hampir sembilan puluh lima persen diambil oleh Adriatma Dwi Putra (ADP), dan peluang dia sangat sempit karena sampai hari ini belum ada partai politik yang menyatakan akan mengusungnya,” ujar mantan Ketua KPU Sultra ini Minggu (19/6), saat disambangi di rumahnya.
Sedangkan dari sisi finansial menurut Dosen Ilmu politik di universitas negeri terbesar di Sultra ini, masih meragukan kekuatan anggaran yang dimiliki Abdul Razak, mengingat dalam pesta demokrasi walikota memerlukan anggara yang besar, seperti pembiayaan sosialisasi, partai pengusung, serta biaya menjelang pelaksanaan Pilwali.
“Biaya untuk maju betarung itu sangat besar, sosialisasi, tawar menawar dengan partai politik, dan yang paling utama itu biaya paling besar biasanya dikeluarkan pada saat menjelang pemilihan,” jelasnya.
Sehingga kalaupun Razak yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Kota Kendari, nekat maju dipencalonan nanti, maka harus ekstra mati-matian mencari dekengan yang mampu membiayainya.
“Resiko-resiko politik yang akan diambil ketika dia maju, toh tidak mungkin dia akan gunakan PAN dan dia ukur dia punya kekuatan elektabilitasnya, cukup baik yah dia tinggal cari siapa pasangan yang mungkin bisa membiayai mobilisasi politiknya,” cetusnya.
Selain itu, pengorbanan yang harus dilakukan Abdul Razak adalah melepas kursi ketua dewannya.
“Saya melihat hampir semua yang sudah siap maju, rata-rata ingin mencadi kosong satu (calon walikota, red), nah ini akan berdampak buruk kepada para calon yang belum memiliki partai politik, meskipun memiliki elektabilitas tinggi tapi pada akhirnya harus menjadi kosong dua (calon wakil walikota, red), termasuk pak Razak, tapi itu sangat merugikan dirinya, lebih baik tetap sebagai ketua DPRD,” tandasnya. (k1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top