Kejati Segera Tetapkan Tersangka Korupsi RSBG – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Kejati Segera Tetapkan Tersangka Korupsi RSBG

Net/Ilsutrasi

KOLAKA POS, KOLAKA – Dugaan korupsi di Rumah sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka kini memasuki tahap penyidikan setelah sebelumnya masih dalam tahap penyelidikan oleh Kejaksaan Negeri Kolaka.

Artinya, dalam waktu dekat ini Kejari akan menetapkan tersangkanya. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Jefferdian, kepada Kolaka Pos kemarin. “Kasus dugaan korupsi di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka, penyidik sudah naikkan statusnya ketahap penyidikan, ” terang Kajari Kolaka, Jefferdian.

lanjutnya, peningkatan stastus ke tahap penyidikan tersebut setelah penyidik meyakini dugaan tersebut memenuhi unsur tidak pidana korupsi berdasarkan keterangan dan data yang didapatkan dari tahap penyelidikan. “Dari tahap penyelidikan, penyidik yakin sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsinya,” kata Jefferdian.

Terkait siapa yang bakal menjadi tersangka dalam duagaan kasus tersebut, Kajari belum mau mengungkapkannya. Namun dirinya memberi signal bahwa kemungkinan dalam pekan ini tersangka sudah ditetapkan. “Nanti juga ketahuan, saya kira kalian juga pasti tahu siapa, yang jelas kemungkinan dalam waktu dekat ini atau pekan ini sudah ada tersangkanya,” ujar Jefferdian.

Untuk diketahui, dugaan adanya penyelewengan dana sekitar Rp 3,5 miliar di RSBG bermula dari hasil temuan BPKP Perwakilan Sultra tahun 2015 lalu. Dari temuan tersebut diketahui dana tersebut dipinjamkan oleh Bendahara Penerimaan RSBG yang kala itu dijabat oleh Yasmin, kepada salah seorang yang berdomisili di Kota Kendari dengan jumlah transaksi sekitar 10 kali peminjaman.

Adanya temuan dana miliaran rupiah yang menguap dari kas RSBG tersebut, mantan dirut RSBG dr Aci sapaan akrap dr Azis Amin sebelumnya saat belum dicopot jabatnnya terkait kasus tersebut pernah menjelaskan mengenai temuan BPKP tersebut. Dikatakanya, dana sebesar Rp3,5 miliar yang menjadi temuan tim auditor murni karena kelalaian bendahara penerimaan RSBG, Yasmin. Aci mengatakan bahwa terhitung pada medio agustus 2015, Yasmin meminjamkan uang kepada seorang sahabatnya yang berdomisili di Kendari tanpa sepengetahuan Direktur RSBG dengan jumlah transaksi pinjaman berkisar 10 kali hingga akumulasinya mencapai Rp3,5 miliar.
“Modusnya, Yasmin ketika menerima pendapatan dari biaya pelayanan dan penjualan obat – obatan, rupanya tidak seluruhnya dibukukan sebagai pendapatan. Atas dasar itu pula, Yasmin kemudian tidak menyetorkan uang itu ke rekening bank RSBG,” tutur Azis Amin.

Karena Yasmin merasa ulahnya tak ketahuan, ia pun menggunakan dana miliaran itu diluar kepentingan RSBG. Salah satunya, meminjamkan uang tersebut kepada pihak lain. “Saudara Yasmin telah menduduki posisi bendahara penerimaan selama delapan tahun. Jadi memang dia sangat paham seluk beluk bagaimana mengatur teknis pengelolaan keuangan. Nah, semua terbongkar setelah posisinya digantikan pada Februari 2016. Disitulah terungkap karena ketika pihak BPKP menanyakan laporan pertanggungjawaban pendapatan RSBG tahun 2015, pengganti Yasmin tak bisa menunjukkan karena Yasmin sendiri tak kunjung merampungkan laporan semasa menjabat bendahara penerimaan,” beber Aci. (cr4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top