Warga Desak Bupati Nonaktifkan Kades Watu Mokala – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Warga Desak Bupati Nonaktifkan Kades Watu Mokala

Massa saat menggelar aksi di depan kantor bupati Konsel.FOTO : Saprudin/Kolaka Pos

KOLAKA POS, ANDOOLO – Lagi-lagi Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (HP2M) Konsel bersama Aliansi Masyarakat Watu Mokala Menggugat (AMWM), mendesak Bupati Konsel untuk segera menerbitkan surat keputusan penonaktifan Kepala Desa (Kades) Watu Mokala, kecamatan Andoolo Barat, Yusuf Yato.
Pasalnya, Kades tersebut dituding sudah banyak melakukan pelanggaran, salah satunya melakukan penjualan Raskin diluar desa, padahal masih banyak warga yang belum kebagian. Bahkan hal tersebut diakui oleh Kades pada saat hearing di Kantor DPRD Konsel 9 Mei 2016 lalu.
Salah satu Korlap Beni Sagian menjelaskan, kedatangan mereka kemarin meminta kejelasan kepada Bupati Konsel, terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Kades Watu Mokala itu.
“Ini kan sudah pernah dihearing di DPR, jadi kami minta Bupati Konsel segera menonaktifkan Kades tersebut, pelanggarannya sudah jelas dan dia juga sudah mengakui,” akunya kemarin (15/6).
Asisten I bidang hukum dan pemerintahan, Hisrah saat menerima masa menenjelaskan, laporan masyarakat terkait Kades Watu Mokala sudah dalam proses. Dimana tim pemeriksa khusus (Pensus) sementara melakukan pemeriksaan, baik secara diam-diam maupun terbuka.
“Untuk memberhentikan Kades itu tidak gampang, harus secara aturan. Takutnya kita salah kaprah, untuk itu ada tim Pensus dari Inspektorat yang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Kalau dari hasil laporan Pensus, telah memeriksa semuanya dan didalamnya ada pelanggaran oleh Yusuf Yato, tentu proses pemberhentiannya tinggal masalah waktu saja. Jadi kalau terbukti, maka akan dihentikan berdasarkan aturan.
“Demo kali kedua ini, sebenarnya sudah jadi perhatian khusus Bupati dan Wakilnya, untuk itu masalah ini harus dianalisa betul pelanggarannya, kemudian saat ini sudah mulai tahapan pemeriksaannya,” ungkapnya.
Intinya, kalau memang terbukti bersalah maka akan ditunjuk pelaksana di desa Watu Mokala.
Sementara itu mantan Camat Andoolo Hijar mengungkapkan, Kades Watu Mokala yang dimaksud memang memiliki karakter pemabuk.
“Di era saya masih camat, dia (Kades Watu Mokala, red) itu tiada hari tanpa minum. Kemudian tuntuan masyarakat, kalau terbukti dari beberapa poin yang dilaporkan. Satu poin saja dia melanggar itu akan diproses hukum,” beber Kabag Ekonomi Konsel ini.
Hijar juga merasa heran, kenapa periode pertama dia pimpin tidak ada yang keluhkan, kemudian periode kedua dia lolos lagi, padahal jelas-jelas sudah tidak disuka warga.
Kepala BPMD-PD Konsel Syaifullah menuturkan, telah menunda pencairan Dana Desa dan ADD Desa Watumokala.
“Kita sudah rapat dengan pihak Inspektorat, hasil Pensus sudah dalam tahapan finalisasi, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di lapangan kita masih menunggu. Karena ada hitungan khusus dan itu interen mereka,” paparnya.
Pensus ini lanjut dia, tidak perlu diragukan, dua dari pemeriksaan di desa dan terbukti melanggar dua juga yang sudah dinonaktifkan.
“Kita tinggal menunggu LHP selesai, setelah itu akan didudukan bersama tim. Untuk itu LHP-nya kami percepat, persoalannya kami juga tidak berhak menahan ADD dan DD terlalu lama, takutnya jadi masalah lagi,” ungkapnya.
Menurut informasi dari Inspektorat melalui Asisten I, hasil dari Pensus di lapangan akan segera keluar. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top